Page 327 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 327
Menurut Laduani, pembayaran THR penuh sebagaimana instruksi Menteri Tenaga Kerja, yang
diberlakukan secara nasional atau ke semua provinsi di Indonesia. "Intinya pembayaran THR
oleh perusahaan maupun pengusaha kepada karyawannya tahun ini, tanpa potongan seperti
yang terjadi di tahun 2020 lalu.
"Sehingga kami menghimbau kepada semua pemberi kerja di Provinsi Papua untuk dapat
mengikuti instruksi menteri tersebut. Dan ingat, pembayarannya pun harus dilakukan sebelum
Lebaran atau H-7," terang ia.
Laduani memahami masih adanya sejumlah perusahaan di Papua yang bisnisnya belum kembali
normal. Meski demikian, pihaknya berharap kebijakan pemerintah pusat tersebut wajib ditaati.
Sebab ada sanksi menanti pihak perusahaan maupun pengusaha yang tak menjalankan
kebijakan itu.
"Memang kita akui saat ini juga masih didalam situasi pandemi COVID-19. Namun bisa dilihat
saat ini bahwa kegiatan perekonomian sudah mulai kembali bergairah".
"Bahkan aktivitas masyarakat juga sudah mulai kembali normal maka secara otomatis kebijakan
dan kewajiban juga harus seimbang. Untuk itu, kita harap kebijakan ini bisa dilaksanakan semua
pihak terkait di Papua," harapnya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
tetap dibayarkan kepada pekerja/buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-udangan,
meskipun saat ini terjadi pandemi Covid-19.
Kemnaker menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Surat edaran pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia.
THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya
Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling
lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Editor | EDWIN RIQUEN
326

