Page 331 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 331

positive - Ipan Saputra (Kabid Penyelesaian Hubungan Industrial Disnaker OKU) Sudah diatur
              dalam surat edaran Menaker
              neutral - Bambang Sukaton (Kepala Disnaker Kota Prabumulih) Sesuai perintah Menaker, harus
              buka posko pengaduan

              neutral  -  Ida  Fauziyah  (Menteri  Ketenagakerjaan)  Kesepakatan  tersebut  dibuat  tertulis  dan
              memuat waktu pembayaran THR dengan syarat, paling lambat tetap dibayar sehari sebelum (H-
              1) hari raya,



              Ringkasan

              Setelah tahun lalu banyak dicicil, para pekerja/buruh berharap tunjangan hari raya (THR) lebaran
              2021  ini  dibayarkan  full.  Pedomannya,  surat  edaran  yang  dikeluarkan  Menteri  Tenaga  Kerja
              (Menaker). Harapan yang sama dilontarkan Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Bersatu Muara
              Enim (FSBBM), Rahmansyah SH MH. Pihaknya harapkan pengertian perusahaan terhadap hak-
              hak  pekerja  terkait  THR  ini.  Kepala  Bidang  (Kabid)  Hubungan  Industrial,  Syarat  Kerja  dan
              Jamsostek (Hubinsyaker) Disnakertrans Provinsi Sumsel, Ekky Zakia mengatakan, sejak dibuka
              20 April 2021, belum satupun pengaduan yang masuk, baik dari pekerja maupun perusahaan.
              Kepala Disnaker Muara Enim, Hj Herawati SH MH melalui Kabid Hubungan Industrial Drs Harry
              Murtiyono  mengatakan,  pihaknya  sudah  buka  posko  pengaduan  terkait  pembayaran  THR.
              Sebelumnya,  Menaker  RI,  Ida  Fauziyah  lewat  SE  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang
              pelaksanaan pemberian THR Keagamaan 2021. Intinya, THR wajib dibayar penuh, bukan dicicil
              seperti tahun lalu. THR Keagamaan dibayaar paling lambat 7 hari sebelum hari raya.



              BOLEH DIUNDUR, THR TETAP FULL

              Masih Terdampak Pandemi, Paling Telat H-1 Lebaran

              Pekerja Minta Tak Dicicil Lagi

              Setelah tahun lalu banyak dicicil, para pekerja/buruh berharap tunjangan hari raya (THR) lebaran
              2021  ini  dibayarkan  full.  Pedomannya,  surat  edaran  yang  dikeluarkan  Menteri  Tenaga  Kerja
              (Menaker). "Tolong dibayar penuh, jangan dicicil lagi THR kami. Karena banyak sekali keperluan
              yang bisa ditutupi dengan uang THR," kata Diah, seorang pekerja swasta, warga Palembang,
              kemarin (23/4).

              Harapan  yang  sama  dilontarkan  Ketua  Umum  Federasi  Serikat  Buruh  Bersatu  Muara  Enim
              (FSBBM),  Rahmansyah SH  MH. Pihaknya  harapkan  pengertian  perusahaan  terhadap  hak-hak
              pekerja terkait THR ini.

              "Jangan sampai dicicil lagi dan terjadi sengketa. Suasana kerja bisa jadi tidak nyaman karena
              itu," cetusnya. Sesuai edaran, batas akhir pembayaran THR H-7 Lebaran. Tapi jika perusahaan
              masih terdampak pandemi, diperkenankan diundur hingga H-1 Lebaran dengan tetap tidak boleh
              dicicil.

              "Kalau besarannya, masa kerja 12 bulan lebih THR-nya 1 bulan upah. Kalau masa kerja lebih 1
              bulan, tapi kurang dari 12 bulan, besarnya THR dihitung proporsional. Itu sudah aturannya,"
              bebernya. Bagi pekerja/buruh dengan hubungan sebagai pekerja tetap (PKWTT) yang di-PHK
              perusahaan 30 hari sebelum hari raya keagamaan, juga tetap berhak atas THR.

              "Jika perusahaan terlambat bayar THR, sanksinya denda 5 persen dari total THR harus dibayar,"
              jelasnya.  Meski  sudah  kena  denda,  perusahaan  tetap  harus  bayarkan  THR  pekerja.  Hingga
                                                           330
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336