Page 481 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 481

TOK, PEKERJA MIGRAN INDONESIA KINI PUNYA ATURAN PERLINDUNGAN DAN
              JAMSOS LEWAT PP 59/2021
              Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 59 Tahun
              2021 tentang Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

              PP yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet tersebut ditandatangani Presiden
              RI Joko Widodo (Jokowi) pada 6 April 2021. Dan diundangkan Menteri Hukum dan Hak Asasi
              Manusia Yasonna H. Laoly pada tanggal 7 April 2021.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  PP  ini  merupakan  salah  satu
              aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran
              Indonesia (UU PPMI). Peraturan ini merupakan bagian perjuangan dan bukti kehadiran negara
              untuk perlindungan pekerja migran.

              "Ini adalah aturan yang sangat ditunggu-tunggu, karena di samping PP ini memuat aturan yang
              lebih menjelaskan substansi UU 18/2017 juga merupakan instrumen hukum yang penting untuk
              memperbaiki tata kelola penempatan dan perlindungan bagi pekerja migran kita," ujarnya, Jumat
              (23/4/2021).

              Menaker  menyampaikan,  tata  kelola  penempatan  PMI  harus  mengedepankan  aspek
              perlindungan dan jaminan sosial, mengingat proses dan pergerakan migrasi pekerja antarnegara
              sangat dinamis.

              Pemerintah  ingin  ke  depannya  pekerja  migran  yang  bekerja  ke  luar  negeri  semakin  banyak
              berorientasi kepada mereka yang terampil (skilled) dan kompeten.

              "Prinsipnya  pemerintah  memiliki  komitmen  kuat  untuk  meningkatkan  kualitas  perlindungan
              pekerja migran Indonesia dan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan keahlian pekerja
              migran dan penerapan regulasi yang baik," ujarnya.

              Lebih  lanjut  Ida  menjelaskan,  peraturan  ini  terdiri  dari  tujuh  Bab.  Bab  I  memuat  tentang
              Ketentuan Umum dan Bab II mengatur tentang pelindungan PMI.

              "Pelindungan PMI ini adalah isu sentralnya. Sehingga dalam pelaksanaanya, PP ini mengatur
              mengenai pelindungan sebelum PMI berangkat bekerja, selama bekerja di negara penempatan,
              hingga setelah bekerja," terangnya.

              Selanjutnya, pada Bab III diatur tentang Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) penempatan dan
              pelindungan PMI.

              Pembentukan LTSA dilakukan untuk meningkatkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan,
              cepat, dan berkualitas tanpa diskriminasi.

              LTSA ini akan mengoordinasikan dan mengintegrasikan delapan layanan instansi/lembaga dalam
              bentuk desk.
              Kedelapan layanan tersebut terdiri atas desk ketenagakerjaan; desk pengaduan dan informasi;
              desk kependudukan dan pencatatan sipil; desk kesehatan; desk keimigrasian; desk kepolisian;
              desk perbankan; dan desk jaminan sosial.

              Selanjutnya, Bab IV yang mencakup tentang pembagian tugas dan tanggung jawab secara tegas
              antara  pemerintah  pusat  dan  pemerintah  daerah  dalam  memberikan  perlindungan  terhadap
              pekerja migran Indonesia dan keluarganya secara terintegrasi dan terkoordinasi.





                                                           480
   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486