Page 494 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 494
BPJAMSOSTEK JATIM BIDIK SALURKAN 2.437 BEASISWA SEBELUM LEBARAN
SIDOARJO, : BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Wilayah Jawa Timur terus berupaya
memberikan perlindungan dan kemanfaatan kepada peserta asuransi dan ahli warisnya. Salah
satu kemanfaatan yang didapatkan adalah beasiswa bagi dua orang anak yang orang tua mereka
meninggal dunia dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan program Jaminan Kecelakaan Kerja
dan Jaminan Kematian.
Di awal tahun ini, BPJamsostek Kanwil Jatim menargetkan 2.437 beasiswa bakal tuntas
disalurkan sebelum lebaran. Target penyaluran tersebut seiring dengan dikeluarkannya
permenaker nomor 5 tahun 2021 yang mengatur turunan Permenaker 82 terkait beasiswa.
"Oleh karena itu kami punya target sebelum lebaran berakhir, seluruh beasiswa se Jatim telah
diserahkan. Kemarin sudah ada penyerahan beasiswa secara simbolik di 34 provinsi, dan di Jatim
mendapatkan 68 peserta beasiswa untuk dibayarkan," jelas Deputi Direktur Wilayah Jawa Timur,
Deny Yusyulian kepada wartawan di Sidoarjo, Kamis (21/4/2021).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, peserta yang mengalami kecelakaan kerja meninggal dunia
dalam kepesertaan program JKK dan JKM tersebut dengan kepesertaan minimal tiga tahun.
"Apresisasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pemberi kerja yang telah mendaftarkan
seluruh pekerjanya, sehingga anak-anak pekerja yang meninggal dunia dapat terus melanjutkan
pendidikan hingga perguruan tinggi," tambahnya.
Total manfaat beasiswa yang akan dibayarkan kepada 2.437 anak sebesar Rp9,2 miliar, terdiri
dari jenjang pendidikan SD sebanyak 963 anak sebesar Rp1.4 miliar, SMP sebanyak 554 anak
sebesar Rp1.1 miliar, SMA sebanyak 486 anak sebesar Rp1.4 miliar, dan Perguruan Tinggi
sebanyak 434 anak sebesar Rp5.2 miliar.
Sedangkan untuk pembayaran klaim sampai dengan bulan Maret 2021 sebanyak 99.263 kasus
dengan total klaim sebesar Rp.1.24 triliun.Demham perincian, klaim Jaminan Hari Tua (JHT)
masih mendominasi sebanyak 69.000 kasus dengan total klaim sebesar Rp.1.06 triliun, Jaminan
Kecelakaan Kerja 8.299 kasus sebesar Rp65 miliar, Jaminan Kematian 2.157 kasus sebanyak
Rp89 miliar dan Jaminan Pensiun 19.807 kasus sebanyak Rp21 miliar.
Di sisi lain, adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi
Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bisa menjadi salah satu cara
untuk perlindungan seluruh tenaga kerja.
"Inpres 2/2021 ini ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 Menteri, Jaksa
Agung, 3 Kepala Badan termasuk Ketua DJSN tingkat pusat, 34 Gubernur, 416 Bupati dan 98
Walikota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," terang Deny.
Presiden Jokowi menginstruksikan agar semua pihak mengambil langkah yang diperlukan sesuai
tugas dan wewenang masing-masing dalam mendukung implementasi program Jamsostek,
seperti membuat regulasi pendukung termasuk pengalokasian anggaran masing-masing.
Dalam inpres tersebut presiden menegaskan bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan
penerima upah, Pekerja Migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non aparatur sipil negara
dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJamsostek. Untuk itu, Deny juga
menargetkan seluruh pekerja pemerintah non ASNdi wilayah Jatim harus sudah menjadi peserta
jaminan ketenagakerjaan di akhir tahun ini. Untuk pekerja pemerintah kabupaten kota non ASN
di Jatim Yang sudah terdaftar mencapai sekitar 77 persen.
Sedangkan upaya penegakan kepatuhan kepada badan usaha atau pemberi kerja, termasuk
menjatuhkan sanksi jika ada yang terbukti tidak patuh dalam mengimplementasikan program
493

