Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2021
P. 90

LA NYALLA APRESIASI PEMERINTAH LUNCURKAN SUBSIDI UPAH

              Surabaya  -  Ketua  Dewan  Perwakilan  Daerah  (DPD)  RI  AA  La  Nyalla  Mahmud  Mattalitti
              mengapresiasi langkah Pemerintah yang berinisiatif meluncurkan program subsidi upah dengan
              alokasi dana sebesar Rp8,8 triliun.

              "Program  baru  subsidi  upah  yang  dikeluarkan  Pemerintah  ini  merupakan  inisiasi  yang  baik.
              Subsidi upah akan membantu pekerja yang dirumahkan, khususnya akibat kebijakan PPKM," ujar
              La Nyalla, di sela reses di Jawa Timur, Kamis.

              Total alokasi dana ditujukan bagi 8,8 juta pekerja non-esensial, yang akan disalurkan dalam dua
              tahap, masing-masing Rp500 ribu untuk dua bulan dan akan dibayarkan sekaligus atau sebesar
              Rp1 juta.

              Program  subsidi  upah  ini,  kata  dia,  bukan  untuk  yang  diputus  hubungan  kerja,  namun  bagi
              pekerja  yang  daerahnya  berada  pada  kategori  kritis,  sehingga  terpaksa  dirumahkan  oleh
              perusahaan.

              La Nyalla mengingatkan, ada beberapa syarat bagi pekerja yang bisa menerima insentif ini.

              "Pekerja yang berhak menerima subsidi upah Rp1 juta adalah mereka yang bekerja di sektor
              non-esensial. Pekerja juga harus sudah terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan, dan bergaji Rp3,5
              juta ke bawah per bulan. Selain itu, lokasi kerjanya masuk kategori PPKM Level 4," ujarnya pula.

              Sejak  awal  pelaksanaan  PPKM,  senator  asal  Jawa  Timur  itu  sudah  menyoroti  kemungkinan
              terjadinya  PHK  massal,  sebab  tidak  semua  perusahaan  bisa  menerapkan  metode  work  from
              home (WFH).

              Sedangkan saat PPKM Darurat, lanjut dia, operasional perusahaan di luar sektor esensial dan
              kritikal tidak diperbolehkan.

              "Jadi memang harus ada antisipasi dari Pemerintah. Program subsidi upah ini bisa menjadi salah
              satu antisipasi tersebut, meski harus ada beberapa upaya lagi yang harus dilakukan," katanya.

              Mantan  Ketua  Umum  PSSI  itu,  juga  menyoroti  informasi  dari  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia
              (Apindo)  yang  menyatakan  opsi  PHK  mulai  dibicarakan  para  pengusaha  kepada  pekerjanya
              akibat PPKM.
              Menurut  dia,  pengurangan  karyawan  memang  sudah  dilakukan  pengusaha,  mulai  dari
              merumahkan karyawan, atau pun memutus para pegawai kontrak lantaran pengusaha semakin
              sulit membayar gaji karyawan.

              "Apalagi untuk karyawan yang dirumahkan. Salah satunya adalah para pengusaha mal, karena
              ada larangan beroperasi selama PPKM Darurat," ujar dia.

              "Saya memahami kondisi yang sedang dialami. Namun sekali lagi, saya mengimbau kepada para
              pengusaha untuk tidak melakukan PHK. Pengusaha bisa berdiskusi dengan Pemerintah untuk
              mencari solusi paling baik," kata La Nyalla menambahkan. (*).













                                                           89
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95