Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2021
P. 43
Judul Ungkit Perekonomian Melalui Pemberian THR
Nama Media Kabar Banten
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg12
Jurnalis ***
Tanggal 2021-04-21 06:03:00
Ukuran 115x128mmk
Warna Warna
AD Value Rp 13.800.000
News Value Rp 69.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Terkait program
perlindungan sosial dan sembako, ini juga terus dilakukan percepatan dan Mei dan Juni akan
dibayarkan di awal bulan Mei. Kemudian, bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam
pematangan, 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non- PKH (Program Keluarga
Harapan)
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Ongkos kirim
ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital
neutral - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Dari hasil monitor data
big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April, mengalami
kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (yearon- year/YoY) untuk yang non-
seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted
Ringkasan
Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan
ekonomi nasional (PEN), termasuk di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 Hijriah ini.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite
Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) usai mengikuti Rapat Terbatas
(Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta,
Senin (19/4/2021) sebagaimana dilansir dari situs setkab.go.id.
UNGKIT PEREKONOMIAN MELALUI PEMBERIAN THR
Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan
ekonomi nasional (PEN), termasuk di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 Hijriah ini.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite
Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) usai mengikuti Rapat Terbatas
42

