Page 442 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 442
Judul Massa Aksi Gejayan Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Tolak Omnibus
Law
Nama Media kumparan.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://kumparan.com/kumparannews/massa-aksi-gejayan-memanggil-
kembali-turun-ke-jalan-tolak-omnibus-law-1u069trLFqH
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-08-14 16:57:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Lusi (None) Seperti yang kita tahu pada masa reses DPR masih melakukan
pembahasan, itu menyalahi kesepakatan yang sudah dibuat dan membuat kami perlu turun ke
jalan jegal omnibus law
negative - Lusi (None) Statement itu terlalu menggeneralisir, masih ada di titik api yang
melakukan perlawanan
neutral - ARB (None) Karena DPR tidak punya prioritas karena masyarakat sedang kesulitan, tapi
DPR tetap getol membahas RUU Cipta Kerja karena ketika dibilang RUU Cipta Kerja
menguntungkan Indonesia adalah kebohongan. RUU Cipta Kerja hanya menguntungkan elite
besar pengusaha dan menindas rakyat kecil buruh tani maupun mahasiswa
Ringkasan
Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak ( ARB ) kembali turun ke pertigaan
Jalan Gejayan , Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Massa Gejayan Memanggil yang terdiri dari
mahasiswa hingga buruh imi kembali menyuarakan aspirasi menolak RUU Cipta Kerja atau
omnibus law.
MASSA AKSI GEJAYAN MEMANGGIL KEMBALI TURUN KE JALAN, TOLAK OMNIBUS
LAW
Create Story Massa Aksi Gejayan Memanggil Kembali Turun ke Jalan, Tolak Omnibus Law
kumparanNEWS Konten Redaksi kumparan Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat
Bergerak ( ARB ) kembali turun ke pertigaan Jalan Gejayan , Kabupaten Sleman, DI
Yogyakarta. Massa Gejayan Memanggil yang terdiri dari mahasiswa hingga buruh imi kembali
menyuarakan aspirasi menolak RUU Cipta Kerja atau omnibus law.
441

