Page 468 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 468

Pemerintah  atas  RUU  Tentang  APBN  Tahun  Anggaran  2021  beserta  Nota  Keuangannya  di
              Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (14/8/2020).
              Jokowi mengatakan, target-target tersebut harapannya dapat tercapai dengan  RAPBN  2021
              yang diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona
              (Covid-19).

              Sebab  kata  dia,  krisis  kesehatan  yang  muncul  akibat  pandemi  tersebut  telah  menyebabkan
              peningkatan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di dalam negeri.

              "Rancangan kebijakan APBN 2021 diarahkan untuk pertama mempercepat pemulihan ekonomi
              nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan
              produktivitas,  inovasi,  dan  daya  saing  ekonomi.  Ketiga,  mempercepat  transformasi  ekonomi
              menuju  era  digital,  serta  keempat,  pemanfaatan  dan  antisipasi  perubahan  demografi,"  ujar
              Jokowi.

              Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan penduduk miskin dari
              25,1  juta  menjadi  26,4 juta  pada periode  Maret  2020.  Secara  persentase,  jumlah  penduduk
              miskin  pada Maret  2020  tercatat  sebesar  9,78  persen  meningkat  0,56 persen  poin terhadap
              September 2019 dan meningkat 0,37 persen poin terhadap Maret 2019.

              Sementara di sisi lain hingga 31 Juli 2020. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat
              terdapat 2,14 juta tenaga kerja baik formal dan informal yang terdampak Covid-19.

              Angka tersebut sudah terdata berdasarkan nama dan alamat.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menyebutkan,  Provinsi  Jawa  Barat  menjadi  daerah
              dengan tenaga kerja yang terdampak imbas dari situasi pandemi Covid-19 paling banyak.

              Menurut data yang dihimpun Kemenaker, dengan bantuan dari rekan-rekan Disnaker Pemda,
              hingga  31  Juli  2020  menunjukkan  secara  total  baik  pekerja  formal  maupun  informal  yang
              terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa Barat mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.

              .


































                                                           467
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473