Page 471 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 471

Sementara, dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPR melalui Alat Kelengkapan Dewan akan
              rapat bersama dengan mitra kerja maupun panitia kerja untuk menjalankan prinsip pengawasan
              dan keseimbangan pada pemerintahan.

              Sementara  itu,  Ketua  Umum  Federasi  Buruh  Lintas  Pabrik  (FBLP)  Jumisih  menilai  apa  yang
              disampaikan Puan bertentangan dengan apa yang diharapkan masyarakat.

              "Kalau cermat, hati-hati dan transparan, seharusnya menghargai posisi seluruh elemen rakyat.
              Ada buruh yang dirugikan, ada petani dan masyarakat adat yang berpotensi dirampas tanahnya,
              juga menyuarakan hak rakyat untuk menyampaikan penolakan," tutur Jumisih ketika dihubungi
              Tirto  , Jumat (14/8/2020).

              Bukan hanya klaster ketenagakerjaan tapi seluruh klaster dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja
              dinilai  bisa  merugikan  rakyat.  Jumisih  berujar  bau  busuk  ketidakdemokratisan  dan  tidak
              transparan telah dilakukan dari awal. Bukan hanya klaster ketenagakerjaan tapi seluruh klaster
              dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja dinilai bisa merugikan rakyat. Jumisih berujar bau busuk
              ketidakdemokratisan dan tidak transparan telah dilakukan dari awal.

              Tak hanya Jumisih, dalam keterangan tertulis dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak),
              mereka jelas-jelas menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Gebrak menganggap Omnibus Law
              lebih buruk daripada hukum di era penjajahan Belanda. Tak hanya itu, peraturan tersebut bakal
              menghapus upah minimum kabupaten/kota, yang memungkinkan buruh dibayar per jam.

              "Omnibus Law lebih jahat dari UU Agraria penjajah Belanda, karena membuka monopoli tanah
              tiada akhir lewat pemberian HGU langsung 90 tahun bagi korporasi," kata Dewi Kartika, Juru
              Bicara Gebrak..

              Baca juga  artikel terkait RUU OMNIBUS LAW  atau  tulisan menarik lainnya Adi Briantika

              (tirto.id - Politik ) Reporter: Adi Briantika Penulis: Adi Briantika Editor: Bayu Septianto








































                                                           470
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476