Page 551 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 551

tambahan, ini berupa pemberian bantuan atau pinjaman ringan kepada seluruh pekerja untuk
              uang muka perumahan, pembelian perumahan, untuk renovasi perumahan, dan kita berikan
              untuk pinjaman developer yang akan bangun perumahan untuk peserta BP Jamsostek, saya kira
              ini kerja sama dengan perbankan dan ini bukan berarti BP Jamsostek memberikan kredit tapi
              kami kerja sama dengan perbankan seperti contohnya BTN, peserta kami bisa mendapatkan
              kredit dari BTN dengan tingkat suku bunga rendah, uang muka yang murah.

              Kalau pinjaman untuk modal?  kalau sesuai regulasi itu tidak diperbolehkan. Jadi ada beberapa
              manfaat  lain,  misalnya  kita  kerjasama  dengan  merchant  untuk  memberikan  potongan  harga
              kalau yang beli ini peserta BP Jamsostek, nah ini kita undang seluruh merchant, kta kerjasama
              kurang lebih 2.000-3.000 merchant seluruh Indonesia, kita kan punya peserta jutaan, tolong
              dong kalau ada peserta kami yang mau beli produk anda tolong berikan potongan. Saya kira ini
              sudah berjalan dengan baik  Dulu zaman Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno itu para seniman,
              pedagang kaki lima untuk ikut asuransi Jamsostek, itu masih berjalan tidak pak?  Saya kira masih,
              ada beberapa kelompok yang kita sebut kelompok pekerja rentan, lalu ada profesi, atau secara
              umum bukan penerima upah (BPU) atau informal nah ini juga diikuti. Jumlahnya saat ini belum
              banyak  di  BP  Jamsostek  karena  program  ini  baru  dibuka  pada  2014  sejak  Jamsostek
              bertransformasi menjadi BP Jamsostek, semenjak itulah untuk sektor informal atau BPU baru
              bisa  ditambahkan  di  skema  jaminan  sosial.  Sampai  saat  ini  sekitar  3  sampai  4  juta  pekerja
              informal.

              Kampanye BP Jamsostek kurang?  Kita akan tingkatkan lagi sosialisasi untuk pekerja informal
              ini, karena ini sifatnya voluntary karena yang bayar iuran dirinya sendiri kepada BP Jamsostek.
              Jadi infrastruktur sudah kita siapkan, kemudahan melakukan pendaftaran itu bisa didownload
              melalui aplikasi kita, kemudian melalui website kita, jadi bisa melakukan pendaftaran secara
              mandiri. Para peserta juga mengecek upah dan rekening yang dilaporkan perusahaannya.


              Sektor informal ini untuk mendaftar bagaimana?  Sektor informal memang menjadi pembicaraan
              jaminan sosial seluruh dunia, karena ini kelompok yang sulit dijangkau, kita harus berhubungan
              langsung satu per satu memberikan edukasi, pemahaman, kesadaran, terkait dengan kemauan
              dan kemampuan membayar iuran. Oleh karena itu kita libatkan masyarakat kita, ini adalah dari
              kelompok yang ada kita rekrut menjadi agen kita seperti agen asuransi dan perbankan, kita
              namakan  Agen  Perisai  (perlindungan  jaminan  sosial  Indonesia).  Saat  ini  kita  sudah  memiliki
              kurang lebih 5.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia, tugas mereka mencari peserta baru,
              mensosialisasi, edukasi, mendaftarkan, dan membantu urus klaim, dan mereka dapat fee dari
              besaran  iuran  yang  di  collect  itu  sebesar  7,5%  dari  iuran  tercollect,  dan  ini  kita  membuka
              lapangan kerja baru kepada kurang lebih 5.000 agen.

              (hek/zlf)

























                                                           550
   546   547   548   549   550   551   552   553   554   555   556