Page 548 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 548

BP Jamsostek per 30 Juni, berdasarkan data tersebut kita portrait kita turunkan datanya kita
              mendapatkan  angka  sebanyak  15,7  juta  pekerja,  dan  ini  kita  sortir  berdasarkan  upah  yang
              dilaporkan kepada perusahaan kepada BP Jamsostek dan tercatat di sistem BP Jamsostek, jadi
              dasarnya itu.

              Tadi dibilang peserta aktif, padahal kita tahu selama pandemi banyak perusahaan yang kesulitan,
              pegawai gajinya dipotong, ini pasti banyak iuran yang di hold begitu juga peserta mandiri tidak
              rutin membayar, apakah mereka tetap mendapat haknya atau terputus haknya?  Jadi saat ini
              kriteria yang ditetapkan pemerintah sebagai umum yaitu yang upahnya di bawah Rp 5 juta,
              kemudian tercatat sebagai peserta aktif, cut off-nya tanggal 30 Juni 2020. Peserta aktif di sini
              adalah peserta yang masih tercatat di BP Jamsostek, apakah masih mengiur atau menunggak,
              dari kriteria kita masukan semua namun dari sini kita bisa mengelompokkan. Jadi yang masih
              belum mengiur kita kelompokkan dulu, kita himbau, kita sampaikan kepada perusahaan untuk
              melengkapi, karena ini merupakan kewajiban, perintah dari regulasi untuk mematuhi peraturan
              yang ada.

              Jadi nanti modelnya pegawai mengurus sendiri atau per perusahaan?  Jadi para pekerja tidak
              perlu  mengurus  sendiri,  karena  pendaftaran  atau  pengumpulan  rekening  itu  secara  kolektif
              melalui perusahaan masing-masing. Oleh Karena itu kami minta kerja samanya dengan seluruh
              perusahaan,  pemberi  kerja,  para  HRD  untuk  menyampaikan  nomor  rekening  bank  para
              pegawainya, dan kami juga minta pra karyawan proaktif menyampaikan kepada perusahaan
              masing-masing  agar  segera  disampaikan  kepada  BP  Jamsostek  melalui  sistem  aplikasi  yang
              sudah tersedia antara BP Jamsostek dengan perusahaan.
              Bagaimana dengan perusahaan yang pas Agustus collaps/bankrut, atau pegawainya kena PHK?
              Jadi kembali kita kepada kriteria umum, yaitu sepanjang masih tercatat di sistem BP Jamsostek
              per 30 Juni 2020 mereka eligible, mereka masuk daftar calon penerima subsidi ini, berhak.

              Itu persisnya per September atau kapan, katanya per 2 bulan?  Ini kebijakan dari pemerintah,
              saat ini pemerintah sedang memfinalisasi skema, kriteria, teknis operasionalnya seperti apa.

              Sebetulnya uang yang Rp 600 ribu itu, sebetulnya uang pekerja sendiri atau di luar itu?  Jadi itu
              bukan  uangnya  pekerja,  bukan  asetnya  BP  Jamsostek,  tetapi  murni  betul-betul  alokasi  dari
              pemerintah untuk penanganan COVID-19 ini. BP Jamsostek hanya ikut terlibat, BP Jamsostek
              sebatas sebagai mitra data saja.

              lanjut ke halaman berikutnya  Kalau total peserta BP Jamsostek sekarang ada berapa?  Data
              terakhir kita untuk total peserta di BP Jamsostek sebanyak 52 juta per Juni 2020. Kalau kita lihat
              dengan total angkatan kerja yang eligible coverage kita sudah 56%, kalau kita lihat angkatan
              kerja kan sudah 131 juta, tetapi kan tidak semua eligible menjadi peserta, karena di situ ada
              elemen TNI, Polri, PNS, kemudian yang usia di atas atau di bawah, kalau kita hitung dibanding
              yang sudah terdaftar itu 56%.
              Kalau kita bandingkan rata-rata coverage jaminan sosial di dunia itu rat-rata baru 40% yang
              diikutkan di dunia, kita sudah 56%. Kalau dilihat dari negara Asia Tenggara kita berbeda sedikit
              di bawah Malaysia, jadi ada Singapura di atas, Malaysia, di luar itu di bawah kita.

              Rekening  dari  15,7  juta  peserta  yang  sudah  dikirim  ke  pemerintah  berapa?  Sekarang  kita
              memang sedang memproses mengumpulkan nomor rekening bank dari seluruh peserta, kita
              gerakan,  kita  koordinasikan  dengan  cabang-cabang  kita  seluruh  Indonesia  dan  itu
              pengumpulannya  tidak  manual  tapi  bu  sistem,  di  mana  pemberi  kerja  atau  perusahaan
              mengirimkan nomor rekening melalui sistem aplikasi kita, dan tadi saya lihat (per 12 Agustus)
              sudah terkumpul 5,3 juta rekening, saya kira kalau sekarang sudah bisa dilihat secara realtime.
              Namun demikian rekening ini kita validasi ulang sampai betul valid agar tepat sasaran. Setelah



                                                           547
   543   544   545   546   547   548   549   550   551   552   553