Page 549 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 549
itu kita berikan kepada pemerintah, kita berharap pemerintah harus validasi ulang, karena dana
yang dipakai untuk bayar dari pemerintah.
Target kapan selesai? Target internal kita 17 Agustus ini paling tidak bisa terkumpul 10 juta,
kalau dari semuanya 15,7 juta mungkin tidak bisa 100% karena ada beberapa kendala, ada juga
yang belum punya rekening, karyawannya sudah tidak ada, karena data yang di kita mungkin
belum dilaporkan, atau sudah pindah ke tempat yang kita tidak tahu.
BP Jamsostek selama pandemi proses klaim JHT bagaimana? Jadi sebetulnya yang tidak
terdampak itu tidak semua sektor industri, di sektor industri tertentu saja, yang tidak terdampak
berjalan sebagaimana mestinya saja bahkan ada peningkatan iuran, jumlah karyawan. Namun
yang terdampak ini ada yang menunggak, kemudian ada juga yang mengajukan keringanan
pembayaran iuran. Nah untuk keringanan pembayaran iuran ini sudah kita artikulasikan,
sampaikan pemerintah dan pemerintah sudah merespon dan menyiapkan regulasinya,
menyiapkan peraturan pemerintahnya yang mengatur untuk pemberian keringanan tersebut.
Per kapannya pencairannya? saya kira itu di ranah pemerintah, yang jelas BP Jamsostek bersiap
menjalankan regulasi tersebut apabila sudah ditetapkan infrastruktur kita, mekanisme yang ada
di kita sudah disiapkan.
Selama pandemi ada modifikasi layanan tidak? Jadi dengan pandemi COVID-19 ini ada dua isu
utama, satu isu kesehatan, kedua ekonomi. Kemudian kami dari BP Jamsostek merespon dua
isu dengan menyesuaikan apa saja yang ada di BP Jamsostek, seluruh elemen organisasi kita
adaptasikan dengan kondisi sekarang. Pertama mengenai protokol kesehatan dengan jaga jarak,
kemudian isu ekonomi kita tetap beroperasi dan memberikan layanan secara normal kepada
masyarakat.
Di aspek pelayanan kita lakukan pembaharuan atau adaptasi pelayanan di mana pelayanan kami
kita lakukan dengan meniadakan kontak fisik, bedanya kan berbasis kontak fisik face to face,
tanpa kontak fisik ini kita lakukan secara online, layanannya kita beri nama Lapak Asik atau
layanan tanpa kontak fisik. Ini kita lakukan secara online ini peserta kalau lakukan klaim cukup
dari rumah masing-masing, dia akses ke kanal digital kita, upload data lalu kita lakukan validasi,
interview secara digital dan nanti dana ditransfer ke rekening masing-masing, sudah selesai sama
sekali tidak ada kontak fisik.
Namun demikian bagi pekerja yang mengalami kesulitan untuk akses ke kanal digital kita, kita
persilakan datang ke kantor cabang terdekat. Di kantor cabang tidak ketemu dengan petugas
kami, hanya ketemu dengan security saja karena seluruh CS kami sudah kita evakuasi ke dalam,
yang ada di ruang pelayanan hanya bilik monitor nanti peserta akan dilayani dengan media
monitor ini. Bisa dilakukan self service di situ, jadi dia tinggal duduk nanti ada petugas yang
memandu, CS kami ada yang dari rumah karena WFH, ada yang bekerja di kantor.
Hal yang baru lagi adalah selain tidak melakukan kontak fisik juga melayani one to many, jadi
CS bisa melayani sampai enam orang sekaligus, jadi walau enam sekaligus seperti conference
tapi pembicaraannya bisa diatur secara privasi, yang lain tidak dengar dan tidak saling melihat,
petugas kami bisa melihat semua, ini layanan one to many. Jadi ini menjawab dua isu sekaligus
dengan menjalankan protokol kesehatan.
Selama pandemi ada peningkatan klaim? kalau kita lihat jumlah klaim memang ada peningkatan,
Januari-Februari masih stabil, Maret agak berkurang, April agak berkurang karena ada PSBB dan
sebagainya, Mei mulai naik, Juni naik tajam, dan Juli naik terus Penyebabnya apa? Karena
banyak pekerja yang dinonaktifkan oleh perusahaan, dinonaktifkan ini ada yang memang
memasuki usia pensiun, ada juga yang di-PHK, ada yang mengundurkan diri, jadi kalau untuk
yang dinonaktifkan ada peningkatan signifikan di 2020 ini.
548

