Page 553 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 553
ketentuan, penerima subsidi yakni peserta Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (Jamsostek) yang masih aktif.
Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan
finalisasi skema, mekanisme, dan kriteria penerima program bantuan subsidi upah dengan
menggunakan data awal dari BP,Jamsostek dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya.
Dalam hal ini, BPJamsostek menyatakan kesiapannya dalam mendukung program bantuan
subsidi upah tersebut.
DUKUNG PROGRAM BANTUAN SUBSIDI UPAH
Pemerintah melalui Ke-menterian Ketenagakerjaan bakal memberi subsidi kepada pekerja
swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Sesuai
dengan ketentuan, penerima subsidi yakni peserta Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (Jamsostek) yang masih aktif.
Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan
finalisasi skema, mekanisme, dan kriteria penerima program bantuan subsidi upah dengan
menggunakan data awal dari BP,Jamsostek dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya.
Dalam hal ini, BPJamsostek menyatakan kesiapannya dalam mendukung program bantuan
subsidi upah tersebut.
"Data yang disampaikan BPJamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori
pekerja penerima upah (PPU) atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp 5 juta, berdasarkan
upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJamsostek. Tidak
termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, lembaga Negara, dan
instansi pemerintah, terkecuali non-ASN," tegasnya, Kamis (13/8).
Saat ini, tambah Agus, BP Jamsostek juga sedang dalam proses mengumpulkan nomor rekening
peserta yang memenuhi kriteria dimaksud melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJamsostek
untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran.
Hal ini dilakukan karena sumber dana bantuan subsidi upah ini berasal dari alokasi anggaran dari
pemerintah. "Penerima program subsidi upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang
merupakan peserta aktif BPJamsostek di seluruh Indonesia. Dalam dua hari ini, kami telah
berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat," tambah
Agus.
Dia berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan
nomor rekening peserta tersebut sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna
mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus pengkinian data peserta.
"Bantuan subsidi upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta
aktif BPJamsostek, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk jaminan
kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jam inan kematian (JKM), dan jaminan pensiun
(JP)," terangnya.
Pihaknya juga mengimbau perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, agar segera
memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami mengimbau agar
perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dan melaporkan nomor rekening mereka melalui
aplikasi yang disiapkan. Dengan demikian, pemberian bantuan subsidi upah ini segera bisa
disalurkan," tutur Agus.
552

