Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 17
dilakukan wartawan ketika membuat berita, ketika diteliti muncul pelanggaran kode etik
jurnalistik," katanya.
Risiko tinggi
Pada masa pandemi ini, wartawan juga menghadapi risiko tinggi terpapar Covid-19 karena sifat
pekerjaannya. Mayoritas wartawan (75,2 persen) tetap bekerja secara penuh, 36 persen
responden juga tidak mendapatkan perlengkapan kesehatan sama sekali pada masa pandemi
ini.
Krisis akibat pandemi juga mengancam kesejahteraan wartawan. Dari 125 responden, hanya
satu responden yang mendapatkan upah, tunjangan, dan seluruh hak ketenagakerjaan secara
penuh sesuai ketentuan.
"Kita tidak bisa berharap mendapatkan informasi yang berkualitas ketika kesejahteraan
wartawan diabaikan," kata Ade.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia juga mencatat praktik pemangkasan hak-hak
karyawan oleh perusahaan media, mulai dari penundaan gaji, penundaan tunjangan hari raya,
hingga pemotongan gaji. Sejumlah perusahaan media juga merumahkan dan memberhentikan
karyawannya. Dalam beberapa kasus, AJI Indonesia mengidentifikasi adanya praktik-praktik PHK
sepihak.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, krisis akibat pandemi juga berdampak pada
perusahaan media. "Masalah ketenagakerjaan agar dibicarakan dan disepakati secara bipartit.
Jika kondisi keuangan menyulitkan pengusaha melaksanakan perjanjian kerja, pelaksanaan
perjanjian kerja dapat ditunda hingga kondisi ini berakhir," ujarnya.
(IKA)
caption :
Wartawan yang akan naik kapal pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menjalani tes usap di
Dermaga Jakarta International Container Terminal 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu
(10/1/2021). Di tengah pandemi Covid-19, wartawan harus tetap turun ke lapangan untuk
melaporkan peristiwa ke publik.
16

