Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 22
Judul Cegah Kekerasan Terhadap Pers, Pemerintah dan DPR Diminta
Lakukan Ini
Nama Media sindonews.com
Newstrend Perlindungan Pekerja Media
Halaman/URL https://nasional.sindonews.com/read/309784/15/cegah-kekerasan-
terhadap-pers-pemerintah-dan-dpr-diminta-lakukan-ini-1611252097
Jurnalis Felldy Utama
Tanggal 2021-01-22 04:25:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ade Wahyudin (Direktur Eksekutif LBH Pers) Pertama, meninjau ulang dan
membatalkan pasal-pasal karet yang kerap dijadikan alat untuk melakukan kriminalisasi dan
membungkam kebebasan berekspresi
positive - Ade Wahyudin (Direktur Eksekutif LBH Pers) Ketiga, meninjau ulang dan membatalkan
ketentuan mengenai ketenagakerjaan dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta
Kerja yang memperlemah hak-hak pekerja media
negative - Ade Wahyudin (Direktur Eksekutif LBH Pers) Menjalankan fungsi pengawasan
terhadap pelanggaran-pelanggaran hak ketenagakerjaan jurnalis, terlebih dalam situasi pandemi
negative - Ade Wahyudin (Direktur Eksekutif LBH Pers) Untuk Aparat Penegak Hukum (APH),
menegakkan perlindungan hukum bagi produk pers dan jurnalis sesuai dengan Undang-Undang
No.40 Tahun 1999 Tentang Pers dan mengusut pelaku kekerasan terhadap jurnalis secara tuntas
Ringkasan
Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) bersama LBH Pers dan Indonesia Judicial Research
Society (IJRS) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah dan DPR dalam rangka
memberikan jaminan kebebasan pers dan jaminan pemenuhan hak ketenagakerjaan jurnalis.
Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin menyampaikan setidaknya ada tiga rekomendasi
yang dilayangkan pihaknya kepada pemerintah dan DPR. Rekomendasi tersebut berkaitan
dengan produk hukum yang perlu ditinjau ulang.
Pemerintah, melalui kementerian ketenagakerjaan (Kemenaker) diminta melakukan pengawasan
dan penindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran hak ketenagakerjaan jurnalis, terlebih dalam
situasi pandemi.
21

