Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 33

Penerapan aturan 50 persen Work From Office (WFO) dan 50 persen Work From Home (WFH),
              tidak diimbangi perbaikan nilai upah, yang nominalnya masih di bawah kebutuhan hidup layak.
              "Skema ini tentu saja sangat merugikan," kata Ketua SBSI DIY Dani Eko Wiyono, di Yogyakarta,
              Kamis (21/1/2021).

              Ditambah lagi, kondisi pandemi korona sudah sangat menyakiti buruh, sejak tahun 2019. Namun
              ternyata,  belum  ada  satupun  aturan  yang  berpihak  pada  mereka,  tentu  ini  hal  yang  sangat
              menyedihkan.

              Sedangkan  langkah  pemerintah  memberikan  bantuan  langsung  kepada  buruh,  juga  belum
              dirasakan manfaatnya. Persyaratan penerima bantuan berbanding terbalik dengan kondisi nyata.

              "Dimana banyak masyarakat bekerja di sektor informal," ucapnya.

              Jika  melihat  sistem  pengupahan  berdasarkan  satuan  hasil  dan  satuan  waktu,  membuat
              pengurangan  upah  semakin  mungkin  terjadi  di  sektor  pekerjaan  informal.  Hal  ini  belum
              ditangkap pemerintah, sebagai alarm yang perlu diperhatikan.

              Di sisi lain, penerapan jam operasional sektor usaha dan perdagangan yang tidak rasional, justru
              sengaja dipaksakan sebagai formalitas. Pelayanan kepada pelanggan, hanya dibatasi mulai dari
              pukul  10.00  WIB  hingga  19.00  WIB.  Bagi  Dani,  pembuat  aturan  belum  pernah  merasakan
              langsung menjadi pedagang kaki lima.

              "Apa perlu dibikin program 'tukar nasib' agar mereka tahu bagaimana susahnya berjuang demi
              sesuap nasi untuk esok hari," terangnya.

              Aturan  pengetatan  pelaku  usaha  pun  dianggap  tidak  serius  dan  tebang  pilih.  Selama  lebih
              sepekan  aturan  ini  dilakukan,  masih  ditemukan  pelaku  usaha  maupun  pedagang  yang  tetap
              melayani pembeli, meski sudah melebihi jam operasional.

              Tentu hal ini memprihatinkan melihat antusiasne masyarakat untuk bangkit namun dipatahkan
              oleh aturan formalitas yang harus dilakukan. Padahal kata Dani, pemerintah itu digaji dari pajak
              yang dibayarkan rakyat. Jika niatnya bekerja melayani rakyat, harus lebih serius.

              "Jangan  semuanya  formalitas  dan  pencintraan  media  saja,  Rakyat  enggak  butuh  itu,"
              pungkasnya.





























                                                           32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38