Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 36
Ia mengemukakan, dari sisi kuantitas tenaga kerja, bonus demografi yang tengah terjadi di
Indonesia menjadi peluang yang menjanjikan dalam penyediaan tenaga kerja yang produktif.
Bonus demografi akan menciptakan jendela peluang (window of opportunity) ketika angka beban
ketergantungan berada pada titik terendah. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi pada periode
tahun 2020-2030.
Menurutnya, bonus demografi yang terkelola dengan baik akan menghasilkan angkatan kerja
yang dapat menjadi penggerak daya saing Indonesia. "Namun dikhawatirkan peluang bonus
demografi ini dapat berubah menjadi bencana demografi jika peluang baik ini tidak dapat dikelola
dan dimanfaatkan secara optimal," tuturnya.
Ia juga mengatakan, pemerintah Indonesia sudah lama concern dalam masalah peningkatan
produktivitas. Brdasarkan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, definisi produktivitas
adalah sikap mental yang selalu berusaha untuk melakukan perbaikan mutu kehidupan secara
berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas.
Sanggam mengatakan, Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (Approdi) adalah salah satu
bentuk nyata putra bangsa terdiri dari akademisi, pemerintah, praktisi peningkatan sumber daya
manusia, konsultan dan profesional lainnya yang membantu menyukseskan dan meningkatkan
produktivitas.
Approdi, kata dia, memiliki visi menjadi wadah terkemuka dan kredibel mewujudkan Indonesia
produktif dan berdaya saing dan misinya adalah (1) Mengembangkan kualitas SDM berbasis
kompetensi produktivitas, (2) Mengembangkan budaya produktif nasional, (3) Menyinergikan
kelembagaan produktivitas, (4) Memberikan pelayanan produktivitas bagi stakeholder dan (5)
Mewujudkan produktivitas menjadi dasar pembangunan.
Approdi memiliki empat strategi dan enam program utama, antara lain (1) Pengembangan pusat
informasi produktivitas Indonesia, (2) Mitra utama pemerintah untuk meningkatkan
produktivitas, (3) Pengembangan jejaring produktivitas lintas sector, pusat dan daerah dan (4)
Pusat pengembangan SDM berbasis kompetensi produktivitas. Sedangkan program utamanya
adalah (1) Pengembangan kualitas SDM berbasis kompetensi produktivitas (melalui pelatihan
dan sertifikasi), (2) Pengembangan Budaya Produktif dan Etos kerja, (3) Pengembangan Inovasi
dan Rekayasa Teknologi, (4) Pengembangan Layanan peningkatan produktivitas, (5)
Pengembangan Jejaring kelembagaan produktivitas dan (6) Kajian dan analisis produktivitas
makro,mikro dan individu.
Approdi diluncurkan di Hotel Best Western Jakarta Timur, Kamis (21/1). bersama Dr Hj Ida
Fauziyah MSI (menteri tenaga kerja), Prof Dr H. Bomer Pasaribu SH, SE, MS (tokoh produktivitas
nasional), Dr Budi Hartawan( dirjen Binalattas Kemnaker)), Bob Azam (pimpinan Astra),
Fachrurozi SH, MA (direktur Bina Produktivitas Kemnaker), Adi Lukman (Kadin) dan Indra
Faletehan (dirut BJB Syariah), serta deklarator Approdi yaitu Dr Delima Hasri, Ir Sanggam Purba
MM, Dr (Cand), Karman, Charmeida T, MA, MCom, MPM, Dr Endang Ahmad Yani, Dr Daduk
Mansur, Nur Rochim Ahmad, Irwan Prasetyo, Rahmatwati, Salsa Mulyata, Ajen Kurniawan dan
Hatim Varabi.
Dalam launching tersebut dilakukan diskusi panel dengan tema: "Sambut bonus demografi
Indonesia dengan kesiapan produktivitas tinggi." yang diikuti oleh peserta secara online
sebanyak 893 orang di seluruh Indonesia. Mereka terdiri dari phak pemerintah, profesional,
akademisi, dunia usaha dan masyarakat. Adapun panelisnya antara lain Prof Bomer Pasaribu,
Indra Paletehan (dirut Bank Jabar Banten Syariah), Bob Azam, Dr Yayat Ruyat (VP Business
PINDAD) dan Aditya Warman (Dewan Pengawas BPJS Tenaga Kerja).
35

