Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 40
BANJIR BAJA IMPOR DARI CINA, BURUH SEBUT 100 RIBU KARYAWAN TERANCAM
PHK
Baja murah dari Cina membanjiri Indonesia. Akibatnya, industri baja dalam negeri kalah bersaing
dan terancam gulung tikar. "Baja impor terutama dari Cina dijual sangat murah di Indonesia.
Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam PHK," jelas
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) Said Iqbal dalam jumpa pers secara
virtual, Kamis (21/1/2021).
Saat pandemi covid-19, jelas Said, tentu saja ancaman PHK massal membuat masyarakat
semakin menderita. "Perekonomian semakin terpuruk. Tenaga kerja yang sebagian besar
masyarakat menengah ke bawah semakin menjerit. Efek dominonya luar biasa," kata Said.
Mengenai banyaknya karyawan industri baja, Said mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS)
tahun 2019. Dalam hal ini Said mengingatkan, jumlah tenaga kerja di sektor baja sekitar 100,000
orang. "Tersebar di berbagai perusahaan seperti Krakatau Steel, Gunung Raja Paksi, Ispatindo,
Master Steel, dan lain-lain. Dan semua ikut terancam," imbuhnya.
Untuk menghindari PHK massal itulah, KSPI berharap agar Kementerian Perdagangan, dalam hal
ini Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) melanjutkan perlindungan safeguard
untuk produk I-H section. "Safeguard sangat penting guna melindungi produk dalam negeri dari
maraknya produk impor murah," imbuhnya.
Di sisi lain, lanjutnya, ketika safeguard kepada pabrik baja nasional tidak diperpanjang,
dikhawatirkan perusahaan tidak bisa bersaing dengan produk impor murah. Akibatnya, Industri
akan menutup beberapa unit usaha sehingga menyebabkan PHK massal. "Makanya, semua pihak
harus membela industri dalam negeri," urainya.
39

