Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 68
TKW ASAL INDRAMAYU MENINGGAL DI MESIR, KELUARGA DIMINTA BAYAR RP
170 JUTA UNTUK MEMULANGKANNYA
Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu, Jawa Barat meninggal di Mesir. Korban
ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumah majikannya. Untuk memulangkan jenazah
korban, keluarga diminta membayar Rp 170 juta.
Diketahui, korban bernama Suniah (50), TKW asal Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat,
Kabupaten Indramayu. Keluarga ditakut-takuti dengan sejumlah uang yang harus dikeluarkan
jika ingin memulangkan jenazah Suniah (50). Dia dikabarkan meninggal dunia di Mesir pada
Selasa (19/1/2021). Mendengar kabar tersebut, pihak keluarga yang ada di Indonesia
berkabung.
Suniah Meninggal di Mesir, Keluarga Bingung Diminta Membayar Rp 170 Juta Untuk
Memulangkannya Tangis Ibunda TKW Korban Pembunuhan Sadis di Malaysia: Pengen jadi
Ustadzah tapi jadi Jenazah Ya Nak Suniah sendiri diketahui ditemukan meninggal dunia seusai
mengalami sakit kepala yang teramat sangat.
Ia ditemukan tergeletak di kamar mandi rumah majikannya di Mesir setelah tiga jam tidak keluar
dari kamar mandi. Keluarga mengaku kebingungan untuk memulangkan jenazahnya ke
Indonesia.
Pasalnya, konsuler kedutaan besar republik indonesia (KBRI) di Mesir meminta sejumlah uang
dalam nominal besar dengan alasan biaya pemulangan jenazah.
Terlebih, Suniah sendiri diketahui merupakan TKW yang diberangkatkan secara ilegal pada
sekitar tahun 2019 lalu.
"Katanya itu kalau ingin jenazah dipulangkan ke Tanah Air harus menyiapkan uang dalam jumlah
besar, pihak kedutaan di sana yang bilang saat mengabari kakak saya meninggal," ujar adik
Suniah, Kasman (48) kepada Tribuncirebon.com, Rabu (20/1/2021).
Kasman menambahkan, selain itu meminta uang dengan nominal besar, konsuler tersebut juga
menyampaikan, untuk proses pemulangan jenazah kemungkin akan memakan waktu yang lama.
Yakni, sekitar satu hingga dua bulan dengan alasan pandemi Covid-19.
"Sampai sekarang kami dari pihak keluarga belum memutuskan harus bagaimana, masih mau
berembuk dulu," ujarnya.
Kepala Desa Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi mengaku menyesali adanya permintaan uang
tersebut.
Pemerintah desa pun, diakui dia, sama seperti pihak keluarga diberi kabar soal biaya yang harus
disiapkan oleh pihak konsuler di Mesir.
"Cuma sedikit yang kami pertanyakan kepada konsuler yang ada di Mesir, kenapa masyarakat
kami itu seakan-akan ditakut-takuti untuk pemulangan jenazah ini, karena kalau ingin
dipulangkan harus bayar Rp 170 juta," ujar dia.
Nominal tersebut disebutkan, Asyriqin Syarif Wahadi, tidak masuk akal.
Bahkan seharusnya, pihak keluarga tidak dibebani biaya sepeser pun untuk pemulangan jenazah.
Negara seharusnya bertanggung jawab penuh dan harus hadir melindungi warga negaranya
dengan mengedepankan sisi kemanusiaan.
67

