Page 214 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 AGUSTUS 2020
P. 214
Kementerian Ketenagakerjaan sudah menerima data rekening 2,5 juta peserta BPJS
Ketenagakerjaan sebagai penerima.
MENAKER: SUBSIDI UPAH UNTUK PEKERJA DITRANSFER AKHIR AGUSTUS 2020
- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menargetkan bantuan subsidi upah untuk pekerja
bergaji di bawah Rp5 juta bisa ditransfer mulai akhir Agustus 2020. Untuk tahap pertama,
Kementerian Ketenagakerjaan sudah menerima data rekening 2,5 juta peserta BPJS
Ketenagakerjaan sebagai penerima.
Diketahui, pemerintah menganggarkan Rp37,7 triliun untuk program subsidi upah untuk
pekerja terdampak Covid-19. Nominal yang akan diterima adalah Rp600 ribu perbulan selama
4 bulan per pekerja atau tiap pekerja mendapat Rp2,4 juta. Skema pencairan atau transfer
dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali Menurut Menaker, untuk tahap pertama
Kemnaker menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK sebanyak 2,5 juta
rekening pekerja . Dari 2,5 juta data rekening ini, Kemnaker membutuhkan kehati-hatian
dan akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada. Sesuai petunjuk
teknis (juknis), Kemnaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan check list.
"Kami membutuhkan waktu untuk mengecek kesesuaian data yang disampaikan Dirut BPJS
Ketenagakerjaan. Data 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit, kami menargetkan bisa ditransfer
dimulai akhir Agustus ini," kata Menaker Ida dalam keterangan di Jakarta, Selasa 25 Agustus
2020.
Penyerahan data 2,5 juta rekening ditandai penandatangan berita acara dari Dirut
BPJAMSOSTEK Agus Susanto kepada Menaker di Kemnaker , Jakarta. Hal tersebut merupakan
batch (tahap) pertama dari total 15,7 juta calon penerima bantuan subsidi upah dari pemerintah
kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.
Menurut Ida, untuk tahap pertama Kemnaker menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan
sebanyak 2,5 juta rekening pekerja . Dari 2,5 juta data rekening ini, Kemnaker membutuhkan
kehati-hatian dan akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada. Sesuai
petunjuk teknis (juknis), Kemnaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan check list.
"Kami membutuhkan waktu untuk mengecek kesesuaian data yang disampaikan Dirut BPJS
Ketenagakerjaan. Data 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit, kami menargetkan bisa ditransfer
dimulai akhir Agustus ini," kata Ida.
Setelah diperoleh kesesuaian data, lanjut Menaker Ida, pihaknya akan menyerahkan data
tersebut kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk bisa mencairkan
uangnya yang akan disalurkan ke Bank penyalur yakni Bank-Bank Pemerintah.
"Jadi bank pemerintah dan bank penyalur tersebut nanti akan ditransfer dipindahbukukan ke
penerima program subsidi upah /gaji. Kami merencanakan batch pertama 2,5 juta, mudah-
mudahan 2,5 juta itu minimal per minggu sehingga dari 15,7 juta itu datanya bisa masuk pada
akhir September 2020 nanti, " katanya.
Menaker Ida menambahkan untuk pegawai pemerintah non PNS (PPNPN), sepanjang PPNPN
tersebut menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, maka dia termasuk yang menerima prorgam
bantuan subsidi gaji/ upah ini.
Semula bantuan subsidi dari pemerintah ini diperuntukkan bagi karyawan swasta yang bergaji
di bawah Rp5 juta. Namun setelah koordinasi rapat lintas Kementerian/Lembaga memberi
213

