Page 236 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 DESEMBER 2021
P. 236

Ringkasan

              Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo melakukan koordinasi dan menunggu sikap dari organisasi
              buruh pusat terkait penetapan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2022. Sebab sekarang
              sedang dilakukan negosiasi dengan harapan ada perubahan kenaikan upah tahun depan. Buruh
              di Sukoharjo belum sepenuhnya menerima penetapan UMK dan menuntut kenaikan upah meski
              sekarang sudah dilakukan sosialisasi.



              UMK SUDAH DITETAPKAN, BURUH SUKOHARJO TETAP TUNTUT KENAIKAN UPAH

              SUKOHARJO, KRjogja.com – Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo melakukan koordinasi dan
              menunggu sikap dari organisasi buruh pusat terkait penetapan upah minimum kabupaten (UMK)
              tahun  2022.  Sebab  sekarang  sedang  dilakukan  negosiasi  dengan  harapan  ada  perubahan
              kenaikan upah tahun depan.

              Buruh di Sukoharjo belum sepenuhnya menerima penetapan UMK dan menuntut kenaikan upah
              meski sekarang sudah dilakukan sosialisasi.

              Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo Sukarno, Kamis (9/12) mengatakan, FPB Sukoharjo
              masih menunggu perkembangan dan terus berkoordinasi dengan organisasi buruh pusat karena
              sampai  sekarang  terus  melakukan  negosiasi  dengan  pemerintah  terkait  tuntutan  perubahan
              angka kenaikan UMK tahun 2022. Hasilnya nanti akan dijadikan patokan FPB Sukoharjo terhadap
              sikap atas penetapan upah tahun depan.

              “Kami masih menunggu sikap organisasi buruh pusat. Tuntutannya masih bisa ada perubahan
              kenaikan  UMK  tahun  2022.  Namun  demikian  upah  memang  sudah  ditetapkan  dan  telah
              disosialisasikan kami juga mengikuti terus perkembangan. Tapi FPB Sukoharjo belum bersikap
              dan tetap menuntut kenaikan upah,” ujarnya.

              Sukarno  menegaskan,  FPB  Sukoharjo  sudah  menerima  surat  edaran  terkait  penetapan  UMK
              tahun 2022 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Termasuk juga mengikuti sosialisasi upah
              yang digelar Pemkab Sukoharjo. Namun demikian hal itu ditegaskan Sukarno hanya sebatas
              mengikuti perkembangan saja.

              “FPB Sukoharjo nanti tetap akan bersikap terkait putusan itu. Kalau UMK naiknya sangat kecil
              jelas buruh keberatan dan menuntut ada kenaikan,” lanjutnya.
              Sukarno mengatakan, organisasi buruh pusat sudah menggelar aksi demo menuntut kenaikan
              UMK tahun 2022. FPB Sukoharjo sendiri memilih menunggu hasil putusan di pusat dan tidak
              menggelar aksi karena faktor masih pandemi virus Corona. Meski demikian protes tetap terus
              dilayangkan kepada Pemkab dan DPRD Sukoharjo.
              “Kalaupun nanti terpaksa dilaksanakan sesuai penetapan UMK tahun 2022 ini nanti kami minta
              perusahaan juga mematuhi membayar upah buruh sesuai ketentuan. Disisi lain FPB Sukoharjo
              meminta pada pemerintah bersikap tegas dengan memberikan sanksi berat pada perusahaan
              yang melakukan pelanggaran,” lanjutnya.

              FPB Sukoharjo bersikap tegas setelah sering menemukan pelanggaran dilakukan perusahaan
              dengan membayar upah tidak sesuai UMK. Pelanggaran semakin menjadi sejak tahun 2020 dan
              2021 dimana banyak buruh menerima upah jauh sesuai ketentuan berlaku.
              Kasus tersebut sudah dilaporkan buruh ke FPB Sukoharjo dan diteruskan ke dinas terkait. Namun
              ditegaskan Sukarno tidak ada sanksi diberikan kepada pihak perusahaan karena hukuman bukan


                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241