Page 1115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1115

BURUH: JANGAN JADIKAN PANDEMI ALASAN TAK NAIKKAN UPAH

              Forum  Buruh  Kawasan  (FBK)  Pulogadung,  Jakarta  Timur,  mengemukakan  pandemi  Covid-19
              tidak boleh dijadikan alasan bagi pengusaha menolak kenaikan upah minimum kota (UMK) pada
              2021. Pandemi justru dianggap sebagai momen tepat menaikkan upah minimum.

              "Pengusaha banyak yang tidak jujur. Padahal secara manajemen keuangan seharusnya setiap
              pengusaha  memiliki  dana  darurat  yang  bisa  digunakan  untuk  membayar  kebutuhan  di  saat
              kondisi darurat saat pandemi Covid-19," kata Koordinator FBK Pulogadung, Hilman Firmansyah.
              Pernyataan    itu   dikemukakan     Hilman    menindaklanjuti    Surat   Edaran    bernomor
              M/11/HK.04/X/2020  yang  dikeluarkan  oleh  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziah  pada  26
              Oktober 2020.

              Menurut  Hilman,surat  edaran  Menaker  berisi  tiga  permintaan  kepada  seluruh  Gubernur  di
              Indonesia. Yakni melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan
              nilai upah minimum tahun 2020.
              Selanjutnya,  pelaksanaan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan
              peraturan  perundangan-undangan  yang  berlaku.  Selain  itu,  menetapkan  dan  mengumumkan
              Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Hilman  mengatakan,  surat  edaran  tersebut  sama  saja  menyatakan  tidak  ada  kenaikan  upah
              minimum tahun 2021.

              Forum Buruh Kawasan (FBK) meminta Gubernur untuk tidak menggunakan Surat Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan  dalam proses  penetapan  Upah  Minimum  tahun  2021 dan  menaati  Undang-
              Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan dikeluarkannya surat edaran
              ini,  FBK  memastikan  kaum  buruh  akan  bergelombang  melakukan  aksi  penolakan  terhadap
              kebijakan yang menyengsarakan buruh.

              Hilman  meminta  jangan  menjadi  kepanjangan  tangan  para  pengusaha  yang  menggunakan
              alasan pendemi Covid-19 untuk lari dari tanggung jawab membayar upah minimum yang sudah
              diatur  dalam  undang-undang.  "Seharusnya  memberikan  insentif  tambahan  penghasilan  bagi
              pekerja selama wabah Covid-19, bukan malah tidak ada kenaikan upah minimum pada tahun
              2021," katanya.
              Saat krisis moneter terjadi pada tahun 1997-1998, upah minimum tetap naik. "Hal ini memang
              mesti dilakukan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat," ujar Hilman yang juga mantan
              aktivis mahasiswa 1998 itu.

              Forum Buruh Kawasan dan seluruh serikat buruh di Indonesia, kata Hilman, akan melakukan
              aksi  secara  masif  untuk  menolak  kebijakan  yang  melanggar  undang-undang.  "Kita  juga
              menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera membatalkan Undang-undang Omnibus Law atau
              Cipta Kerja yang merugikan buruh," katanya.
              Menurut Hilman, ada beberapa alasan upah minimum harus terus naik. Upah minimum adalah
              jaring pengaman bagi pendapatan buruh dalam memenuhi kebutuhannya.

              "Negara  wajib  hadir  dalam  pemenuhan  kebutuhan  rakyatnya  karena  merupakan  amanah
              konstitusi dan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan dari pihak pengusaha," katanya.

              Upah  minimum  yang  tidak  naik,  kata  dia,  otomatis  menurunkan  daya  beli  masyarakat  yang
              berdampak buruk bagi pendapatan buruh dan perekonomian masyarakat Indonesia.




                                                          1114
   1110   1111   1112   1113   1114   1115   1116   1117   1118   1119   1120