Page 1119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1119

"Saya beri contoh dua saja. Pertama, kesehatan dan makanan. Sektor itu kan tidak terkena
              dampak. Harusnya Surat Edaran itu, jangan dong pukul rata pada semua sektor," ungkapnya.
              Adapun 11 sektor usaha yang masih bisa beroperasi saat PSBB tersebut adalah : Perusahaan
              kesehatan, Usaha bahan pangan, Energi, Telekomunikasi dan teknologi informatika, Keuangan,
              Logistik, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri
              yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu, serta Pemenuhan kebutuhan
              sehari-hari.

              Memberatkan Buruh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani
              Nena Wea menolak keputusan pemerintah yang tidak menaikkan upah minimum (UMP) di tahun
              2021.

              Andi Gani mengatakan, keputusan ini dapat membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," ujar Andi Gani di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

              Andi  Gani  meminta  pemerintah  untuk  meninjau  ulang  kebijakan  tersebut.  Menurutnya,
              pemerintah harus mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.

              Andi mengakui pengusaha memang banyak yang lagi dalam kondisi susah. Tapi buruh juga jauh
              lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP 2021.

              Sementara, bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikkan  UMP  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sebaiknya Naik Pengamat Ketenagakerjaan Timboel Siregar mengomentari Surat Edaran Menteri
              Ketenagakerjaan  tentang  penetapan  UM  (upah  Minimum)  2021  yang  ditujukan  kepada  para
              gubernur.

              Menurutnya,  SE  Menaker  hanya  acuan  bagi  para  gubernur  sebelum  menetapkan  UM  tahun
              berikutnya.

              UM ditetapkan oleh para gubernur paling lambat 1 November baik berupa UMP maupun UMK.

              "Saya menilai SE Menaker tersebut adalah sebuah imbauan, dan bukan sebuah regulasi yang
              wajib dipatuhi Gubernur," kata Timboel kepada Tribunnews, Selasa (27/10/2020).

              "Mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 atau pun UU Cipta Kerja, yang memiliki hak prerogative
              menetapkan UM adalah gubernur, sehingga bisa saja gubernur menetapkan UM tidak sesuai
              dengan SE Menaker," tambahnya.

              Timboel menerangkan hal ini kerap kali terjadi di tahun-tahun sebelumya.
              SE Menaker mengimbau dan meminta delapan persen tetapi ada gubernur yang menetapkan
              kenaikan UM lebih dari delapan persen.

              "Ini biasa terjadi dari tahun ke tahun," imbuh dia.

              SE Menaker nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada
              masa Pandemi Covid-19 meminta para gubernur, pada point 1, untuk tidak menaikkan UM di
              tahun 2021.

              Ini artinya UM 2021 akan sama dengan UM di 2020 saat ini.



                                                          1118
   1114   1115   1116   1117   1118   1119   1120   1121   1122   1123   1124