Page 1117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1117

negative - Tribunnews (Gubernur) Mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 atau pun UU Cipta
              Kerja,  yang  memiliki  hak  prerogative  menetapkan  UM  adalah  gubernur,  sehingga  bisa  saja
              gubernur menetapkan UM tidak sesuai dengan SE Menaker

              neutral - Timboel Siregar (Pengamat Ketenagakerjaan) Ini biasa terjadi dari tahun ke tahun

              negative  -  Timboel  Siregar  (Pengamat  Ketenagakerjaan)  Saya  kira  penambahan  4  item  KHL
              dengan menurunkan kualitas beberapa item KHL yang lama adalah tidak tepat, dan ini tidak
              obyektif melihat kondisi riil di masyarakat

              negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya
              memandang kepentingan pengusaha semata



              Ringkasan

              Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
              akan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (
              UMP) 2021. "Kami hormati keputusan yang diambil, sementara keputusannya seperti tahun lalu.
              Itu yang kami hormati, kami hargai, kami laksanakan," ucap Riza, Selasa (28/10/2020) malam.
              Dia menambahkan, kaum buruh dan pekerja memang sangat mengharapkan agar UMP 2021
              bisa  naik.  Terkait  hal  itu,  ia  mengatakan  bahwa  Pemprov  DKI  tetap  menerima  diskusi  dan
              masukkan dari para buruh soal UMP tersebut. "Namun demikian apabila ada teman-teman dari
              buruh  yang  keberatan;  kemudian  ingin  ada  peningkatan  silakan  sampaikan  argumentasinya.
              Nanti kami akan sampaikan," ujarnya, seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel " Pemprov
              DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat Tak Naikkan UMP 2021 ".


              PEMPROV DKI JAKARTA AKAN IKUT KEPUTUSAN PEMERINTAH PUSAT TAK
              NAIKKAN UMP 2021

              Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
              akan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat, yaitu tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (
              UMP) 2021.

              "Kami hormati keputusan yang diambil, sementara keputusannya seperti tahun lalu. Itu yang
              kami hormati, kami hargai, kami laksanakan," ucap Riza, Selasa (28/10/2020) malam.

              Dia menambahkan, kaum buruh dan pekerja memang sangat mengharapkan agar UMP 2021
              bisa naik.

              Terkait hal itu, ia mengatakan bahwa Pemprov DKI tetap menerima diskusi dan masukkan dari
              para buruh soal UMP tersebut.

              "Namun demikian apabila ada teman-teman dari buruh yang keberatan; kemudian ingin ada
              peningkatan silakan sampaikan argumentasinya. Nanti kami akan sampaikan," ujarnya, seperti
              dilansir dari Kompas.com dalam artikel " Pemprov DKI Akan Ikut Keputusan Pemerintah Pusat
              Tak Naikkan UMP 2021 ".

              Nilai UMP DKI Jakarta tahun 2020 adalah Rp 4.276.349 per bulan.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, memastikan tak ada kenaikan upah minimum
              di tahun depan, baik UMP maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK).




                                                          1116
   1112   1113   1114   1115   1116   1117   1118   1119   1120   1121   1122