Page 1242 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1242

MENAKER: UPAH MINIMUM 2021 JALAN TENGAH PENGUSAHA DAN BURUH

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, penetapan upah mimimum 2021
              yang sama dengan tahun ini telah mengakomodasi kepentingan buruh maupun pengusaha. Di
              satu sisi, pengusaha tetap bisa menjalankan kegiatan usahanya, sedangkan dari sisi buruh hak
              untuk mendapatkan upah yang layak tetap terlindungi.

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kami jaga, keberlangsungan usaha harus kami perhatikan. Atas dasar
              itulah SE (Surat Edaran) ini kami keluarkan," ucap Ida dalam konferensi pers di Gedung Graha
              Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (27/10).

              Pemerintah memutuskan, upah minimum 2021 tetap sama dengan upah minimum tahun ini.
              Keberadaan  pandemi  Covid-19  yang  telah  berdampak  terhadap  kondisi  perekonomian  dan
              kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja atau buruh, termasuk dalam membayar
              upah, melatarbelakangi pengambilan keputusan oleh pemerintah tersebut.
              Keputusan  itu  ditetapkan  melalui  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/ll/HK04/2020yang  mengatur  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa
              Pandemi  Coro-na  Virus  Disease  2019  (Covid-19)  yang  diteken  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah pada Senin (26/10).
              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji. Sesungguhnya, bantalan sosial sudah disediakan oleh
              pemerintah. Jadi, pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," ucap Ida

              Sementara  itu,  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  mengatakan,
              tantangan  yang  dihadapi  tahun  ini  adalah  meningkatnya  kasus  pemutusan  hubungan  kerja
              (PHK). Karena itu, pemerintah juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar
              tetap bertahan dengan diberikan relaksasi melalui perbankan.

              "Kalau  mereka  masih  bisa  bertahan  tentu  untuk  tidak  melakukan  PHK  upah  penggajiannya
              disamakan dengan 2020," ucap Airlangga pada kesempatan yang sama.

              Sementara  itu,  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  menyesalkan  sikap  Menteri
              Ketenagakerjaan  yang  mengeluarkan  surat  edaran  Nomor  M/ll/HK4/x/2020  tertanggal  26
              Oktober 2020. Adanya surat edaran ini dinilai akan mendorong aksi perlawanan buruh semakin
              mengeras untuk menolak tidak ada kenaikan upah minimum 2021 dan UU Cipta Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," ucap Presiden KSPI Said Iqbal dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (27/10).

              Menurut dia, pengusaha memang sedang susah, namun buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya
              pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021. Tetapi, bagi
              perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikan upah
              minimum, setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya
              ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di 1998 pun tetap ada kenaikan
              upah  minimum  untuk  menjaga  daya  beli  masyarakat,"  ucap dia.  Said  juga  mempertanyakan
              apakah  presiden  sudah  mengetahui  keputusan  Menaker  ini  atau  hanya  keputusan  sepihak
              Menaker?

              Oleh karena itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-
              besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9 sampai 10 November yang diikuti puluhan dan

                                                          1241
   1237   1238   1239   1240   1241   1242   1243   1244   1245   1246   1247