Page 1247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1247

"Sejauh ini, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja berpihak kepada pengusaha, dan
              tidak  memposisikan  diri  sebagai  mediator  antara  kepentingan  pengusaha  dan  pekerja,"
              imbuhnya.

              Bhima  menambahkan,  sebelumnya  sudah  keluar  Surat  Edaran  Menaker  Nomor
              M/6/HI.00.01/V/2020 yang membuka peluang Tunjangan Hari Raya tidak dibayar tepat waktu
              oleh pengusaha.

              Ditambah lagi dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, maka akan banyak hak pekerja
              yang berkurang dan memberi ketidakpastian kerja ( job uncertainty ).

              "Jadi kalau sekarang ditambah upah minimum tidak naik, maka ini strategi yang salah untuk
              pelindungan pekerja dan pemulihan ekonomi," kata Bhima.

              Diberitakan  Kompas.com,  Selasa  (27/10/2020),  Menteri  Keuangan  Sri  Mulyani  Indrawati
              menyatakan keputusan tidak menaikkan upah minimum tahun depan adalah penyeimbang dari
              berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat tahun ini.

              Bendahara Negara itu menjelaskan, untuk kompensasi daya beli masyarakat yang tergerus di
              tengah pandemi, pemerintah telah menggelontorkan program bansos dengan total anggaran
              mencapai Rp 240 triliun.

              Program tersebut antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH) tambahan, peningkatan bantuan
              sembako, bansos Jabodetabek dan non Jabodetabek, hingga Kartu Prakerja.
              Selain itu juga diskon tarif listrik, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa. Pemerintah juga
              baru-baru ini menggelontorkan program bantuan subsidi gaji yang anggarannya mencapai Rp
              30 triliun.

              Akan tetapi, Bhima memandang pemberian bantuan sosial tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak
              menaikkan upah minimum tahun depan.

              Dia mengatakan masalah utamanya terletak pada rendahnya belanja jaminan sosial dari PDB
              yang hanya 2,1 persen, jauh di bawah negara tetangga.

              "Bahkan Timor Leste memiliki 13,8 persen dari PDB. Oleh karena itu kesimpulannya tetap harus
              didorong kenaikan upah minimum," kata Bhima Selain itu, dia menjelaskan tidak naiknya upah
              minimum pada tahun depan akan berkontribusi pada meningkatnya angka kemiskinan.

              "Karena pekerja yang upahnya di garis UMP rentan jatuh miskin," kata Bhima.
























                                                          1246
   1242   1243   1244   1245   1246   1247   1248   1249   1250   1251   1252