Page 1258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1258

Menaker itu, buruh semakin dieksploitasi. . Kita lihat sebelumnya dalam UU Ciptaker kenaikan
              upah direduksi, malah sekarang ditambah tahun depan upah minimum tidak naik
              positive - Saleh P Daulay (Anggota Komisi IX) Upah. Kalau bicara ini semestinya tiga elemen
              harus duduk bersama, baik pemerintah, pengusaha, dan buruh

              positive - Saleh P Daulay (Anggota Komisi IX) Agak sussah juga kalau kemudian keputusan itu
              dikeluarkan pemerintah tanpa melibatkan buruh dan pengusaha

              positive - Saleh P Daulay (Anggota Komisi IX) Saya yakin bila dilakukan tripartite, bisa ditemukan
              win-win solution. Menyelesaikan berbagai masalah ketenagakerjaan

              positive - Saleh P Daulay (Anggota Komisi IX) Saya kira tuntutan buruh tidak salah. Soal realistis
              atau tidak, para pengusaha kita juga terdampak dan tidak sedikit kolaps. Inti dialog tripartite,
              masalah itu bisa ditemukan solusinya


              Ringkasan

              Kebijakan pemerintah kembali menuai polemik. Setelah Un-dang-undang (UU) Cipta Kerja, kini
              surat edaran (SE) Menteri

              Ketenagakerjaan (Menaker) tentang upah mi-r nimum 2021 mendapat protes serikat pekerja
              (SP). Pengamat Tenaga Kerja Kun Wardana mengatakan,

              pemerintah semestinya mengeluarkan suatu kebijakan dengan melibatkan stakeholder yang ada.
              "Harusnya ada proses dialog semua kepentingan.



              DAYA BELI BURUH SERET

              Kebijakan pemerintah kembali menuai polemik. Setelah Undang-undang (UU) Cipta Kerja, kini
              surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) tentang upah minimum 2021 mendapat
              protes  serikat  pekerja  (SP).  Pengamat  Tenaga  Kerja  Kun  Wardana  mengatakan,  pemerintah
              semestinya mengeluarkan suatu kebijakan dengan melibatkan stakeholder yang ada. "Harusnya
              ada proses dialog semua kepentingan.

              Jadi, pemerintah mengeluarkan itu dengan menakomodir semua kepentingan, seperti elemen
              buruh dan elemen pengusaha," tutur Kun Wardana, kepada INDOPOS, Selasa (27/10).

              Keputusan  sepihak  pemerintah,  menurut  Kun,  hanya  akan  memicu  ketidakpuasan  sejumlah
              pihak.  Menghadapi  tantangan  Pandemi  COVID-19  harus  intens  dengan  dialog  sosial.  "Untuk
              mencapai  konsensus  harus  ada  dialog  dengan  mengedepankan  win-win  solution.  Jadi,  tidak
              cuma satu pihak

              yang senang, tapi semua pihak harus senang. Dan saya yakin itu bisa diambil, apabila ada dialog
              sebelumnya," katanya.

              Menyusul penolakan SE Menaker itu, dialaog nasional harus dihidupkan lagi. Karena tripartite
              antara pemerintah, pengusaha, dan pemerintah selama ini tidak optimal. Dan, lebih baik setiap
              sektoral memiliki tripartite masing-masing. "Perbanyak komunikasi secara formal dan informal.
              Karena  ini  bisa  menarik  masukan-masukan  dari  bawah.  Ini  pernah  diaktifkan  menteri
              sebelumnya.  Baiknya  tripartite  ini  sampai  lingkup  perusahaan  dengan  menghidupkan  lembar
              kerja sama (LKS)," ungkapnya.


                                                          1257
   1253   1254   1255   1256   1257   1258   1259   1260   1261   1262   1263