Page 1259 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1259

Hal senada diungkap Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance
              (INDEF) Bhima Yudhistira. Ia mengatakan, fungsi upah minimum itu untuk perlindungan bagi
              pekerja. Dan, upah minimum hanya mengatur upah pekerja paling bawah. "Jadi, dengan tekanan
              ekonomi seperti ini, sebaiknya pemerintah mendorong kenaikan upah minimum," katanya.

              Terkait  besar  dan  kecilnya  kenaikan  upah  minimum  itu,  menurut  Bhima  tentu  harus
              mempertimbangkan indikator ekonomi dan forum tripartit dimana pemerintah berfungsi sebagai
              mediator.  Karena,  sejauh  ini  pemerintah  melalui  Kemnaker  lebih  banyak  berpihak  kepada
              pengusaha. "Mereka (pemerintah) tidak memposisikan diri sebagai mediator antara kepentingan
              pengusaha dan pekerja," tegasnya.

              Ia  mencontohkan,  kebijakan  sebelumnya  terkait  pembayaran  tunjangan  hari  raya  (THR),
              pemerintah  cenderung  berpihak  kepada  pengusaha.  Karena  dengan  keluarnya  SE  Menaker
              Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 membuka peluang THR tidak dibayar tepat waktu oleh pengusaha.
              "Kado  lain bagi pekerja UU  Ciptaker.  Di  mana, banyak  hak  pekerja  berkurang  dan  memberi
              ketidakpastian kerja (job uncertainty). Jadi, kalau sekarang ditambah upah minimum tidak naik,
              ini strategi salah untuk perlindungan pekerja dan pemulihan ekonomi," jelasnya.
              Logikanya,  menurut  Bhima,  upah  minimum  untuk  melindungi  buruh  yang  rentan.  Jika  upah
              minimum tidak naik, efek ke daya beli buruh akan sulit pulih dalam waktu cepat. Sementara
              pemerintah proyeksikan inflasi tahun ini dikisaran 3 persen. Kalau inflasi naik, upah minimum
              tidak naik, maka pekerja rentan akan anjlok daya belinya. "Harusnya pemerintah belajar dari
              negara lain. Amerika Serikat (AS) negara kapitalis liberal, Presiden Trump sedang perjuangkan
              kenaikan upah minimum federal USD15 per jam. Indonesia kan negara Pancasilais, harusnya
              ada keberpihakan lebih besar bagi pekerja rentan, khususnya menghadapi pandemi dan resesi
              ekonomi," ungkapnya.

              Karena itu, bilang Bhima bantuan sosial (Bansos) tidak bisa menggantikan, upah minimum yang
              stagnan. Sebab, masalah utama terletak pada rendahnya belanja jaminan sosial dari PDB hanya
              2,1 persen. Angka itu jauh di bawah negara tetangga, bahkan Timor Leste memiliki 13,8 persen
              dari  PDB.  "Oleh karena  itu,  tetap  harus didorong  kenaikan  upah  minimum.  Saya  melihat  SE
              Menaker itu, buruh semakin dieksploitasi.

              Kita lihat sebelumnya dalam UU Ciptaker kenaikan upah direduksi, malah sekarang ditambah
              tahun depan upah minimum tidak naik," ujarnya.

              Sementara itu, Anggota Komisi IX Saleh P Daulay menyebut setiap kebijakan pemerintah soal
              pekerja harus melibatkan para buruh. Apalagi berkaitan dengan upah. "Upah. Kalau bicara ini
              semestinya  tiga  elemen  harus  duduk  bersama,  baik  pemerintah,  pengusaha,  dan  buruh,"
              katanya.

              Dari dialog tripartite itu, bisa dirumuskan kebijakan terbaik untuk para stakeholder. Sehingga
              seluruh  pihak  diuntungkan.  "Agak  sussah  juga  kalau  kemudian  keputusan  itu  dikeluarkan
              pemerintah tanpa melibatkan buruh dan pengusaha," katanya.

              Ia  mengingatkan,  dialaog  tripartite  lebih  dioptimalkan.  Karena  sangat  penting  untuk
              menjembatani unsur ketenagakerjaan dalam merumuskan setiap kepentingan. "Saya yakin bila
              dilakukan  tripartite,  bisa  ditemukan  win-win  solution.  Menyelesaikan  berbagai  masalah
              ketenagakerjaan," ungkapnya.

              Salah satu permasalahan bisa dibahas dalam tripartite nasional, dampak Pandemi COVID-19.
              "Saya  kira  tuntutan  buruh  tidak  salah.  Soal  realistis  atau  tidak,  para  pengusaha  kita  juga
              terdampak dan tidak sedikit kolaps. Inti dialog tripartite, masalah itu bisa ditemukan solusinya,"
              katanya, (nas)


                                                          1258
   1254   1255   1256   1257   1258   1259   1260   1261   1262   1263   1264