Page 1277 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1277

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut Pemprov DKI mengacu pada aturan
              pemerintah bahwa UMP 2021 tidak naik dari 2019.


              DKI IKUT ATURAN PEMERINTAH TERKAIT UMP 2021

              Pemerintah  Provinsi  DKI  Jakarta  menegaskan  bahwa  pihaknya  menghormati  keputusan
              pemerintah pusat terkait upah minimun provinsi (UMP) 2021.

              Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut Pemprov DKI mengacu pada aturan
              pemerintah bahwa UMP 2021 tidak naik dari 2019.

              "Kita hormati keputusan (soal UMP) yang diambil sementara, keputusannya seperti tahun lalu,
              itu yang kita hormati, kita hargai, kita laksanakan," ujar Riza Patria di Balai Kota, Jakarta. Selasa
              (27/10).

              Ariza, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah pusat melalui Menteri Ketenagakerjaan telah
              mengambil keputusan soal UMP sesuai kewenangannya. Menurut Ariza, keputusan pemerintah
              pusat tersebut diambil berdasarkan pertimbangan matang dan cermat.

              "Namun,  tidak  berarti  kita  menutup  komunikasi,  tidak  berarti  setiap  keputusan  yang  sudah
              diambil  kemudian  tidak  ada  dialog,  diskusi,  silakan  saja  kalau  ada  dialog,  diskusi,  silakan
              diperkenankan," tandas dia.

              Karena  itu.  kata  Ariza,  Pemprov  DKI  tetap  terbuka  untuk  berdialog  dan  berdiskusi  dengan
              masyarakat khsususnya para pekerja atau buruh soal besaran UMP di DKI Jakarta. Pihaknya
              memahami harapan besar dari para buruh agar UMP 2021 naik dibandingkan tahun 2020 ini.

              "Apabila ada teman-teman dari buruh yang keberatan, kemudian ingin ada peningkatan, silakan
              sampaikan argumentasinya nanti kita akan sampaikan (ke pemerintah pusat)." pungkas dia.

              Seperti diketahui, UMP tahun 2021 diminta untuk tidak naik dengan landasan Surat Edaran (SE)
              Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 1I/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah
              Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Diketahui, UMP DKI Jakarta tahun 2020 sebesar Rp 4.276.349 per bulan, angka ini naik sekitar
              8,51 persen atau setara Rp 335.376 dibanding UMP 2019 lalu. Naiknya UMP saat itu mengacu
              pada  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  bernomor  B-m/308/HI  .01.00/X/2019  tentang
              Penyampaian  Data  Tingkat  Inflasi  Nasional  dan  Pertumbuhan  Produk  Domestik  Bruto  (PDB)
              Tahun 2019.

              Sementara untuk rumus kenaikan UMP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun
              2015 tentang Pengupahan.

              Dalam surat edaran Menaker, disebutkan bahwa indikator kenaikan upah 8.51 persen merupakan
              penggabungan  antara  nilai  inflasi  nasional  3,39  persen  sampai  September  2019  dengan
              pertumbuhan PDB sebesar 5,12 persen.


              Adil
              Sementara  itu,  SE  Menteri  Ketenagakerjaan  mendapat  protes  keras  dari  Konfederasi  Serikat
              Pekerja Indonesia (KSPI) yang menilai Menaker tidak memiliki sensitivitas terhadap nasib buruh
              dan hanya memprioritaskan kepentingan pengusaha semata. Presiden KSPI Said Iqbal mengakui
              pengusaha memang sedang susah. Namun, buruh juga jauh lebih susah.




                                                          1276
   1272   1273   1274   1275   1276   1277   1278   1279   1280   1281   1282