Page 1281 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1281

BURUH TUNTUT UPAH MINIMUM TETAP NAIK

              Buruh  dari  berbagai  serikat  pekerja  melakukan aksi  unjuk  rasa  di  depan  Gedung  Sate,  Kota
              Bandung, Selasa (27 /10). Dalam aksi tersebut, buruh menuntut pemerintah tetap menaikkan
              besaran upah minimum 2021.

              Tuntutan  itu  merespons  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  Nomor  M/11/
              HK.04/2020  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa  Pandemi  Covid-19.
              Dalam surat tertanggal 26 Oktober 2020 yang ditujukan kepada para gubernur itu, ada tiga poin
              yang  disampaikan.  Dalam  surat  itu  disebutkan,  "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian
              Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan  perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta
              kepada  gubernur  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  upah  minimum  tahun  2021
              sama dengan nilai upah minimum tahun 2020."

              Selain itu, gubernur diminta melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai
              ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  serta  menetapkan  dan  mengumumkan  upah
              minimum provinsi (UMP) tahun 2021 pada 31 Oktober 2020. Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja
              Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) .Jawa Barat
              (.Jabar), M Sidarta, menilai, dengan kondisi pandemi ini, pemerintah seolah-olah menggulirkan
              opini agar buruh memaklumi upah minimum 2021 tidak naik atau disamakan dengan tahun 2020.
              "Artinya  apa? Pemerintah  tidak  pro  rakyat,  tidak  pro  buruh.  Sebenarnya  masalah  seperti  mi
              bukan pertama kali, kita pernah krisis 98. Upah naik, tidak masalah," kata Sidarta.
              Menurut Sidarta, kondisi perekonomian tahun depan belum tentu tidak membaik. Berkaca dari
              pengalaman, kata dia, perekonomian Indonesia masih bisa terselamatkan tanpa harus menunda
              kenaikan upah minimum bagi buruh. "Pemerintah tetap menaikkan upah buruh sebagai jaring
              pengaman, yaitu upah minimum, baik UMP, UMK (upah minimum kabupaten/kota), dan UMSK
              (upah minimum sektoral kabupaten/kota) sebagai jaring pengamanan," ujar dia.

              Bila  upah  minimum  tidak  dinaikkan,  Sidarta  menilai,  akan  berpengaruh  terhadap  daya  beli
              masyarakat,  yang  nantinya  juga  bisa  berdampak  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  secara
              nasional. "Kami menolak isi surat edaran tersebut, itu pasti akan memperlemah daya beli kaum
              buruh dan rakyat. Karena upah buruh dibelanjakan untuk pedagang, ojek, untuk mengontrak
              rumah,  dibelanjakan  lagi.  Kalau  daya  beli  (buruh)  melemah,  tentu  masyarakat  lain  juga
              melemah," kata Sidarta.

              UMP Provinsi .Jabar 2020 nilainya ditetapkan Rp 1.810.351,36 atau naik Rp 141.978,53 dari
              sebelumnya. Soal UMK 2021, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)
              Jabar Roy Jinto Ferianto meminta ada kenaikan minimal delapan persen.

              ed: irfan fitrat






















                                                          1280
   1276   1277   1278   1279   1280   1281   1282   1283   1284   1285   1286