Page 1284 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1284

MENKEU: DUNIA USAHA DALAM SITUASI SANGAT TERTEKAN

              Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengatakan saat ini inflasi cukup rendah
              akibat daya beli masyarakat yang masih melemah. Sektor usaha pun masih dalam situasi yang
              sangat tertekan, begitu juga dengan masyarakat.

              Terkait  dengan  itu.  Menkeu  berharap  masyarakat  khususnya  pekerja  dapat  memahami
              keputusan  pemerintah  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum  pada  2021.  Seperti  diketahui,
              Menteri  Ketenagakerjaan.  Ida  Fauziyah,  telah  menetapkan  upah  minimum  pada  2021  sama
              dengan  2020.  Hal  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/  HK.04/X/2020  tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19).

              Meski kondisi perekonomian tertekan, Menkeu menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki
              daya beli masyarakat melalui berbagai program bantuan sosial, salah satunya adalah Bantuan
              Subsidi Upah/Gaji untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta.
              "Jadi, pemerintah menggunakan instrumen fiskal tanpa menimbulkan tekanan ke perusahaan.
              yang di  sisi lain  buruhnya  atau  pekerjanya  juga  membutuhkan  dukungan.  Melalui  instrumen
              fiskal,  kita  membantu  sehingga  perusahaan  bisa  tetap  bertahan  atau  bahkan  mulai  bangkit
              kembali, namun masyarakat juga tetap bisa dijaga dari sisi daya belinya," kata Sri Mulyani, dalam
              konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/10).

              Menurut dia. kebijakan yang diambil dalam masa pandemi Covid-19 ini jangan sampai membuat
              perusahaan makin lemah, bahkan pekerja bisa menghadapi kemungkinan terkena pemutusan
              hubungan kerja (PHK).

              'Ini yang sedang dicari titik balance-nya dalam menggunakan berbagai instrumen. Instrumen
              upah  minimum  satu  hal.  tetapi  pemerintah  menggunakan  banyak  sekali  anggaran  untuk
              perlindungan  sosial  di  dalam  rangka  mengompensasi  dan  membantu  mendorong  daya  beli
              masyarakat," ujar Sri Mulyani.

              Dalam program Pemulihan

              Ekonomi  Nasional  (PEN),  Menkeu  mengatakan  anggaran  untuk  Perlindungan  Sosial  dalam
              mendorong  daya  beli  masyarakat  juga  telah  meningkat  menjadi  hampir  Rp  245  triliun  dari
              sebelumnya sekitar Rp 220 triliun.

              "Ini  karena  belanja  di  bantuan  sosial  naik  terus.  Kita  tambahkan  PKH  (Program  Keluarga
              Harapan), Kartu Sem-bako dinaikan, bansos untuk Jabodetabek dan non-Jabodetabek, subsidi
              listrik, dan yang lainnya," kata Menkeu.

              Penetapan upah minimum tahun 2021 yang sama dengan 2020 juga mendapat reaksi keras dari
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap
              penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021, dan penolakan omnibus law UU Cipta
              Kerja. [HER/J-91












                                                          1283
   1279   1280   1281   1282   1283   1284   1285   1286   1287   1288   1289