Page 1287 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1287

BURUH INGIN UPAH TETAP NAIK, PENGUSAHA MENAMPIK

              Kabar tak sedap bagi seluruh pekerja di Indonesia. Nilai upah minimum tahun depan tak naik.

              Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  kepada  Gubernur  se-
              Indonesia  bernomor  M/ll/IIK.04/2020  memastikan  kabar  itu.  Dengan  pertimbangan  kelesuan
              ekonomi Indonesia pada masa pandemi Covid-19 serta perlunya pemulihan ekonomi nasional,
              "Diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun
              2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020," kata Ida dalam surat edaran yang dirilis
              Selasa (27/10).

              SE penetapan upah minimum ini diteken Menaker pada 26 Oktober 2020. Selanjutnya, upah
              minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh pemerintah daerah
              pada akhir Oktober 2020 ini.

              Ida menyebut, SE ini untuk memberikan perlindungan sekaligus keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja, serta demi menjaga kelangsungan usaha. Walhasil, tidak ada kenaikan gaji tahun 2021
              menjadi jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah saat kondisi pandemi ini.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku sikap Menaker ini
              justru membuat aksi

              perlawanan  buruh  akan  semakin  keras.  "Menteri  Tenaga  Kerja  tidak  memiliki  sensitivitas
              terhadap  nasib  buruh,  hanya  memandang  kepentingan  pengusaha  semata,"  kata  Said  Iqbal
              menuding. Tanpa ada kenaikan upah, daya beli buruh yang rendah akan makin terimpit.

              Sekretaris Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menilai, SE Menaker ini
              adalah imbauan, bukan regulasi yang wajib dipatuhi oleh gubernur. "Mengacu Undang-Undang
              No 13/2003 ataupun UU Cipta Kerja, yang memiliki hak prerogatif menetapkan upah minimum
              adalah gubernur. Sehingga bisa saja gubernur menetapkan upah minimum tidak sesuai dengan
              SE Menaker," ujar Timboel.

              Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kadin Indonesia, Bob Azam menyebut, kebijakan yang
              diambil oleh Menaker soal upah ini adalah kebajakan yang pas. Saat ini, mayoritas dunia usaha
              mengalami tekanan berat akibat pandemi Covid-19.

              Sebagai  perbandingan,  kebijakan  serupa  juga  telah  diterapkan  di  sejumlah  negara  seperti
              Thailand dan Vietnam, padahal dibandingkan negara lain kinerja ekonomi Vietnam lebih baik.
              "Lebih penting bisa terus gajian ketimbang bicara kenaikan gaji," ujar Bob.

              Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia

              (Apindo) Harijanto menambahkan, dalam kondisi seperti saat ini, upah minimum tahun depan
              seperti tahun 2020 adalah kebijakan fair di tengah tekanan bisnis yang masih berat. Harus diakui
              bahwa banyak perusahaan ikut tertekan pandemi Covid-19.

              Meski upah minimum tahun depan tidak naik, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sudah
              menyiapkan  langkah  antisipasi  agar  daya  beli  dan  konsumsi  kaum  buruh  tetap  terjaga.  Dia
              optimistis,  program  bantuan  sosial  (bansos),  seperti  Bantuan  Langsung  Tunai  dan  bantuan
              subsidi upah bagi pekerja yang berpenghasilan Rp 5 juta per bulan, bisa menjaga daya beli
              masyarakat di tahun depan.







                                                          1286
   1282   1283   1284   1285   1286   1287   1288   1289   1290   1291   1292