Page 1272 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1272

Bakal Ada PHK Jika UMP Naik Keputusan pemerintah yang tidak menaikkan upah minimun pada
              2021 mendatang dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja atau buruh serta menjaga kelangsungan usaha.

              "Jika dalam kondisi seperti ini ada kenaikan UMP, maka pengusaha akan melakukan rasionalisasi
              yang  lebih  ketat,  misalnya  melakukan  PHK  yang  semakin  banyak  dan  tahun  depan  tidak
              menambah karyawan baru," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia
              (Hippi) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, kepada Liputan6.com, Selasa (27/10).

              Sarman  juga  menekankan  mengenai  kondisi  dunia  usaha  saat  ini  yang  sudah  tidak
              memungkinkan untuk menaikkan UMP 2021. Bisa bertahan saja, menurut dia, sudah sangat
              bagus.

              "Kondisi  dunia  usaha saat  ini yang  sudah  ngos-ngosan  untuk  mampu  bertahan  sangat tidak
              memungkinkan  menaikkan  UMP  2021.  Banyak  pengusaha  sudah  sangat  terpuruk,  cash  flow
              sudah  mengkhawatirkan.  Jika  UMP  dinaikkan  akan  menambah  beban  pengusaha  dan  akan
              semakin terpuruk," kata dia.

              Buruh Ancam Mogok Nasional Aliansi Buruh Jabar (AJB) berencana menggelar mogok nasional
              apabila  pemerintah  tidak  meneken  kenaikan  upah  minimum  provinsi  (UMP).  Meski  saat  ini
              Menteri Tenaga Kerja telah menerbitkan surat edaran (SE) yang isinya menyatakan tidak ada
              kenaikan upah pada tahun 2021 dikarenakan masih masa pandemi.

              Menurut juru bicara ABJ, Roy Jinto Feriawan, SE tidak adanya kenaikan UMK tahun 2021 yang
              diterbitkan  malam  tadi  hanya  berlaku  untuk  internal  dan  bukan  berlaku  untuk  buruh.  Roy
              menegaskan  pemerintah  harusnya  tunduk  kepada  aturan  yang  berlaku  yaitu  Peraturan
              Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

              "Amanat PP 78 pasal 43 disebutkan lima tahun setelah diberlakukan maka dia harus melakukan
              survei  kehidupan  layak  (KHL).  Hari  ini  harusnya  survei  KHL  tapi  pemerintah  tidak  mau
              melaksanakan. Jadi bisa saja skemanya inflansi plus KHL atau KHL plus inflansi. Atau melihat
              kalau tidak survei adalah rata - rata kenaikan lima tahun, bisa dijadikan dasar, karena yang surat
              edaran itu tidak ada dasar hukumnya," ujar Roy didepan kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan
              Diponegoro, Bandung.

              Roy mengatakan adanya dasar hukum yang resmi tersebut, pemerintah daerah dalam hal ini
              Gubernur Ridwan Kamil dan Dewan Pengupahan Jawa Barat agar segera meneken rekomendasi
              besaran UMP 2021. Karena pada hari ini juga, tengah berlangsung rapat soal hal serupa.

              Roy mengancam, apabila tidak segera diteken besaran UMP 2021, rencana mogok nasional akan
              segera dilakukan. Langkah pertama adalah dengan menggelar unjuk rasa secara serempak di
              masing - masing kantor kepala daerah, sebelum puncaknya di kantor Gubernur Jawa Barat dan
              di Jakarta.

              "Saya mendapatkan informasi bahwa saat ini Gubernur Jawa Barat dan Dewan Pengupahan tidak
              memutuskan  menaikkan  besaran  UMP  2021.  Sampai  saat  ini  belum  ada  perwakilan  dari
              pemerintah yang menemui perwakilan buruh didepan," kata Roy.


              Buruh Makin Merana Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani
              Nena Wea menolak keras keputusan pemerintah yang tidak menaikan upah minimum atau UMP
              2021. Andi Gani mengaku kecewa disaat kondisi sulit akibat pandemi Covid-19, keputusan ini
              akan membuat daya beli masyarakat semakin menurun.

              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/10).


                                                          1271
   1267   1268   1269   1270   1271   1272   1273   1274   1275   1276   1277