Page 1341 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1341

GEGARA SE MENAKER, PEMULIHAN EKONOMI BERANTAKAN

              Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah tak menaikan upah buruh di 2021,
              bisa menjadi blunder. Upaya pemulihan ekonomi bisa buyar.

              Berdampak kepada lemahnya daya beli yang ujung-ujungnya pertumbuhan ekonomi kontet. Hal
              itu disampaikan ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira, apabila tahun depan, upah buruh tidak
              naik maka jangan berharap daya beli rakyat naik. Kalau sudah begitu, konsumsi ikut turun.

              Jika  tidak  ada  kenaikan  gaji  pekerja  atau  buruh,  kata  Bhima,  maka  semakin  terbatas  pula
              konsumen  yang  menggunakan  uangnya  untuk  berbelanja.  Padahal,  saat  ini,  perekonomian
              nasional  sedang  dalam  tekanan.  "Tekanan  ekonomi  seperti  saat  ini,  sebaiknya  pemerintah
              mendorong  kenaikan  upah  minimum.  Persoalan  besaran  kenaikan  tentu  harus
              mempertimbangkan indikator ekonomi dan forum tripartit di mana pemerintah berfungsi sebagai
              mediator," kata Bhima, Jakarta, Rabu (28/10/2020).

              Menurut  dia,  sejauh  ini,  pemerintah  melalui  kementerian  tenaga  kerja  berpihak  kepada
              pengusaha dan tidak memposisikan diri sebagai mediator antara kepentingan pengusaha dan
              pekerja. Sebelumnya sudah keluar adanya Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
              membuka peluang THR tak dibayar tepat waktu oleh pengusaha.

              "Kado lain bagi pekerja adalah UU Cipta Kerja di mana banyak hak pekerja yang berkurang dan
              memberi ketidakpastian kerja (job uncertainty). Jadi kalau sekarang ditambah upah minimum
              tidak naik, maka ini strategi yang salah untuk perlindungan pekerja dan pemulihan ekonomi,"
              jelas dia.

              Logikanya,  sambung  Bhima,  upah  minimum  bertujuan  untuk  melindungi  buruh  yang  rentan.
              Sementara pemerintah proyeksikan inflasi tahun 2020 dikisaran 3%. Kalau inflasi naik, tapi upah
              minimum  tidak  naik  maka  pekerja  rentan  akan anjlok  daya beli  nya. "Ini  berpengaruh  pada
              konsumsi agregat tahun 2021. Konsumsi punya peran penting pada PDB, sehingga diproyeksikan
              ekonomi masih akan alami kontraksi," jelas dia.

              Harusnya pemerintah belajar dari negara lain, di AS saja negara yang kapitalis liberal, presiden
              Trump sedang perjuangkan kenaikan upah minimum federal sebesar USD15 per jam. "Indonesia
              kan  negara  pancasilais,  harusnya  ada  keberpihakan  yang  lebih  besar  bagi  pekerja  rentan
              khususnya dalam menghadapi masa pandemi dan resesi ekonomi," imbuh dia.

              Dia  menanyakan,  apakah  bantuan  sosial  bisa  menggantikan  tidak  naiknya  upah  minimum?
              Jawabannya, tidak bisa. Masalah utama terletak pada rendahnya belanja jaminan sosial dari PDB
              yang hanya 2,1%." Jauh di bawah negara tetangga. bahkan timor leste memiliki 13,8% dari
              PDB.  Oleh  karena  itu  kesimpulannya  tetap  harus  didorong  kenaikan  upah  minimum,"  jelas
              dia.[ipe].




















                                                          1340
   1336   1337   1338   1339   1340   1341   1342   1343   1344   1345   1346