Page 1344 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1344

HEADLINE: MENAKER PUTUSKAN UMP 2021 TAK NAIK, APA PLUS MINUSNYA?

              Pemerintah  mengambil  langkah  berbeda  terkait  penetapan  UMP  2021.  Dengan  memutuskan
              tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi untuk tahun 2021 ( UMP 2021 ). Meski, langkah ini
              ternyata masih ditentang dua pihak sekaligus yaitu para buruh dan pengusaha.

              Keputusan  tidak  menaikkan  UMP  2021  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Dalam surat tersebut terdapat tiga ketetapan. Ketetapan pertama, Menteri Ketenagakerjaan Ida
              Fauziyah meminta kepada para gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai upah
              minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Ketetapan  kedua,  meminta  gubernur  melaksanakan  ketetapan  upah  minimum  setelah  tahun
              2021 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              Sedangkan ketetapan ketiga, meminta para gubernur menetapkan dan mengumumkan upah
              minimum Provinsi tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              Menteri Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan bahwa alasan tidak naiknya UMP
              2021 untuk memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha.

              Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan
              dalam memenuhi hak pekerja dan buruh, termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, ketentuan tidak menaikkan
              upah UMP 2021 dalam SE anyar itu merupakan jalan tengah yang diambil pemerintah.

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," kata Ida, Selasa (27/10/2020).
              Penerbitan  SE  tersebut  berdasarkan  kajian  yang  dilakukan  secara  mendalam  oleh  Dewan
              Pengupahan  Nasional  (Depenas)  terkait  dampak  Covid-19  terhadap  pengupahan.  Mengingat
              pandemi Covid-19 telah berdampak kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam
              memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.
              SE tersebut juga dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja  dan  buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha.  Alhasil  perlu  dilakukan  penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya  beli  para  pekerja  melalui  subsidi  gaji  dan  upah.  Sesungguhnya  bantalan  sosial  sudah
              disediakan  oleh  pemerintah.  Jadi  pemerintah  tidak  begitu  saja  menetapkan  itu  karena  ada
              beberapa langkah yang sudah dilakukan," terangnya.
              Dengan mengacu pada SE Menaker soal UMP 2021 tersebut, maka DKI Jakarta mencatatkan
              daerah dengan upah minimum tertinggi yaitu di angka Rp 4.276.349. Sedangkan UMP terendah
              adalah DIY dengan nilai Rp 1.704.607.

              Instrumen  Fiskal  Pernyataan  Menteri  Ida  dikuatkan  Menteri  Keuangan  (Menkeu)  Sri  Mulyani
              Indrawati. Menurut Sri Mulyani, kebijakan mempertahankan UMP 2021 merupakan salah satu
              instrumen yang dibuat pemerintah agar perusahaan tidak semakin goyah dalam masa pemulihan
              ekonomi pasca wabah pandemi Covid-19.



                                                          1343
   1339   1340   1341   1342   1343   1344   1345   1346   1347   1348   1349