Page 1346 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1346

Tak berbeda jauh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan sikap pemerintah
              yang tidak menaikkan UMP 2021.
              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pengusaha memang sedang susah. Namun, nasib buruh
              juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan
              upah minimum 2021.

              "Menaker (Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah) tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya
              memandang  kepentingan  pengusaha  semata,"  kata  Said  Iqbal  dalam  keterangannya  kepada
              Liputan6.com .

              Said melanjutkan, perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kemnaker.

              "Tapi jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap
              ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya. Lebih jauh Said
              Iqbal mempertanyakan keputusan ini. "Apakah presiden sudah mengetahui keputusan Menaker
              ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?" tanya dia.

              Said Iqbal melanjutkan, buruh tetap menuntut UMP 2021 naik. Ada 4 alasan yang mendasarinya.
              "Pertama, jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi
              saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja," ujar Said.

              Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Said
              Iqbal meminta agar pemerintah membandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998,
              1999, dan 2000.

              Said mencontohkan, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen.

              "Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8
              persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said.

              Ketiga, menurut serikat pekerja, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan
              semakin  turun.  Daya  beli  turun  akan  berakibat  jatuhnya  tingkat  konsumsi  yang  ujungnya
              berdampak negatif buat perekonomian.

              Keempat,  tidak  semua  perusahaan  kesulitan  akibat  pandemi  Covid-19.  Oleh  karena  itu,  dia
              meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.

              Guna  menentang  hal  itu,  KSPI  dan  seluruh  serikat  buruh  di  Indonesia  akan  melakukan  aksi
              nasional besar-besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9-10 November 2020.

              Adapun, demonstrasi tersebut nantinya diikuti puluhan hingga ratusan ribu buruh. Mereka akan
              berdemo  di  depan  kantor  Mahkamah  Konstitusi,  Istana,  DPR  RI,  dan  di  kantor  Gubernur  di
              seluruh Indonesia bersamaan dengan isu pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

              Ketua  Umum  DPD  Himpunan  Pengusaha  Pribumi  Indonesia  (Hippi)  DKI  Jakarta,  Sarman
              Simanjorang mengatakan keputusan untuk tidak menaikkan UMP 2021 memang sesuai dengan
              rumusan yang ditetapkan dalam PP Nomor 78 tahun 2015. Yakni UMP Tahun berjalan ditambah
              (UMP tahun berjalan dikalikan Pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional tahun 2020).

              Namun jika melihat kenyataan yang ada di lapangan, Sarman melanjutkan, seharusnya UMP
              2021 justru turun.



                                                          1345
   1341   1342   1343   1344   1345   1346   1347   1348   1349   1350   1351