Page 1345 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1345

Angka inflasi sampai Oktober 2020 ini terhitung cukup rendah. Jadi dalam hal ini dari sisi inflasi
              yang biasanya mengurangi daya beli masyarakat, kini dalam situasi yang rendah.
              "Sehingga ini harus tetap jadi perhatian, karena ini berarti sektor usaha masih dalam situasi yang
              sangat-sangat  tertekan,  dan  masyarakat  juga  tertekan,  sehingga  kita  harus  sama-sama
              menjaganya  untuk  bisa  pulih.  Dengan  tidak  menimbulkan  trigger,  yang  kemudian  akan
              menimbulkan dampak negatif kepada yang lainnya," katanya pada Selasa (27/10/2020).

              Pemerintah  disebutnya  akan  terus  berkomitmen  memperbaiki  daya  beli  masyarakat.  Itu
              tercermin dari keseluruhan belanja pemerintah pada 2020 yang berhubungan dengan bantuan
              sosial (bansos), mencapai lebih dari Rp 220 triliun.

              "Itu adalah untuk berbagai macam bantuan langsung kepada masyarakat, yang diharapkan bisa
              membantu daya beli. Termasuk bantuan gaji kepada mereka yang berpendapatan di bawah Rp
              5 juta," terang dia.

              Dia menyimpulkan, pemerintah berupaya menggunakan instrumen fiskal tanpa menimbulkan
              tekanan  kepada  perusahaan.  Sementara  di  sisi  lain  masyarakat  dan  pekerja  juga  tetap
              membutuhkan dukungan.

              "Itulah instrumen fiskalnya. Sehingga perusahaan tetap bisa bertahan atau bahkan mulai bangkit
              kembali, namun masyarakat dan pekerja tetap bisa dijaga dari daya belinya. Itu peranan dari
              fiskal kita untuk jadi jembatan," ungkap Sri Mulyani.

              Di lain sisi, dia pun tak mau ada salah satu kebijakan yang menyebabkan banyak perusahaan
              semakin  lemah,  sehingga  para  pekerja  juga  turut  berhadapan  dengan kemungkinan  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).

              "Ini kita cari titik balance -nya dari pemerintah menggunakan berbagai instrumen. Instrumen
              UMP atau upah minimum satu hal, tapi pemerintah menggunakan banyak sekali anggaran untuk
              perlindungan sosial dalam rangka mengkompensasi dan membantu daya beli masyarakat," tutur
              Sri Mulyani.

              Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian
              Perindustrian Gati Wibawaningsih menanggapi keputusan tidak naiknya UMP 2021. Menurutnya,
              itu hal yang baik bagi industri kecil, menengah dan aneka.

              "Itu bagus. IKM pasti kinerjanya tetap akan baik," katanya kepada Liputan6.com .
              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menolak
              keras  keputusan  pemerintah  yang  tidak  menaikan  UMP  2021.  Dia  mengaku  kecewa  di  saat
              kondisi  sulit  akibat  pandemi  Covid-19,  keputusan  ini  akan  membuat  daya  beli  masyarakat
              semakin menurun.
              "Ini sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," tegasnya, Selasa (27/10/2020).

              Ia  pun  meminta  pemerintah  untuk  meninjau  ulang  kebijakan  tersebut.  Pemerintah  harus
              mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.

              Dirinya mengakui banyak pengusaha yang dalam kondisi sulit. Tapi buruh juga jauh lebih susah.
              Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP 2021.

              Sementara, bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikkan  UMP  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.


                                                          1344
   1340   1341   1342   1343   1344   1345   1346   1347   1348   1349   1350