Page 1348 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1348

"Berarti pekerja atau buruh yang bermasa kerja di atas 1 tahun harus dibayar lebih. Masa mereka
              yang bermasa kerja lebih dari 1 tahun dibayar sama dengan yang baru masuk kerja? Nggak
              mungkin dong," serunya.

              Sedangkan menurut Pengamat Ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak, pemerintah memang
              masih punya fokus lain yang ingin diselesaikan. Apalagi tahun 2021 mendatang masih akan jadi
              tahun yang memprihatinkan.

              Meski  nantinya  pemerintah  telah  berhasil  menyediakan  vaksin  Covid-19  dan  memulai
              penyuntikan massal, namun tetap akan masih banyak pembatasan kerja di tahun depan.

              "Artinya, dunia usaha belum bisa bergerak cepat. Jadi pusat perhatian kita masih mengutamakan
              dapat  pekerjaan  daripada  kenaikan  upah,"  ujar  Payaman  kepada  Penilaian  tersebut  tampak
              dapat dimaklumi, seiring dengan disahkannya Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja
              yang kini gencar dikampanyekan untuk menyediakan lapangan kerja.

              Lebih lanjut, Payaman menyoroti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang
              Pengupahan. Secara aturan, jika pertumbuhan ekonomi nasional negatif sekitar 4 persen dan
              inflasi  hanya  1-2  persen,  maka  upah  minimum  provinsi  (UMP)  atau  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK) 2021 justru seharusnya turun 2 persen.

              "Jadi dapat dimaklumi kalau Ibu Menteri Ketenagakerjaan mengambil kebijakan tidak menaikkan
              UMP/UMK  untuk  tahun  2021  ini.  Dan  itu  tidak  menutup  kemungkinan  menaikkan  upah  di
              perusahaan  yang  ternyata  bisa  berproduksi  optimal,  kenaikan  upah  dapat  dirundingkan,"
              ujarnya.













































                                                          1347
   1343   1344   1345   1346   1347   1348   1349   1350   1351   1352   1353