Page 1352 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1352
ASPEK INDONESIA SEBUT SURAT EDARAN MENAKER TIDAK TEGAS NYATAKAN
UPAH MINIMUM 2021 TIDAK NAIK
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Mirah Sumirat angkat bicara soal
keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah yang mengeluarkan surat edaran
Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 tentang upah minimum 2021.
Mirah mengatakan surat edaran tersebut multitafsir karena Menaker tidak secara tegas
menyatakan upah minimum 2021 tidak naik.
"Kalau diteliti lagi surat edaran tersebut sebenarnya tidak secara tegas ya Menaker menyatakan
upah minimum 2021 tidak naik. Tapi hanya menyatakan penyesuaian di 2020 upah minimum
nya," ujar Mirah, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020).
"Artinya saya boleh dong menafsirkan, karena ini bisa banyak multi tafsir.
Kalau saya dari serikat pekerja menafsirkan bahwasanya ini ada kenaikan, hanya saja nilainya
sama dengan yang 2020 sekitar 8 persen," imbuhnya.
Akan tetapi, di sisi lain Apindo menyatakan tidak ada kenaikan upah minimum 2021.
Menurut Mirah, pernyataan Apindo sebenarnya hanya satu dari dua hasil pembahasan yang
dilakukan dewan pengukuhan nasional dengan dewan pengupah daerah seluruh Indonesia di
Tangerang pada 16 Oktober silam.
"Saya kan anggota dewan pengukuhan nasional juga.
Sebenarnya waktu 16 oktober itu ada pertemuan dewan pengukuhan nasional dengan dewan
pengupah daerah seluruh Indonesia di sebuah hotel di Tangerang, itu hasilnya ada dua
pendapat," kata dia.
Sementara hasil kedua yakni tetap ada kenaikan upah minimum di 2021.
Namun dengan pengaturannya pembahasannya diserahkan kepada dewan pengupahan di
masing-masing provinsi atau daerah.
"Tapi memang Apindo menyatakan tidak ada kenaikan, tapi itu versi Apindo.
Menaker sendiri tidak memiliki sebuah ketegasan di dalam surat edaran, masih banyak
multitafsir," tandasnya.
1351

