Page 1353 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1353
Judul Upah Minimum 2021 Tak Naik, Menaker Dikritik
Nama Media rri.co.id
Newstrend Peraturan Upah Minimum
Halaman/URL https://rri.co.id/ekonomi/920410/upah-minimum-2021-tak-naik-
menaker-dikritik
Jurnalis iman
Tanggal 2020-10-27 23:25:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Ini artinya Upah Minimum 2021
akan sama dengan Upah Minimum di 2020 saat ini
negative - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Saya kira penambahan 4 item
KHL dengan menurunkan kualitas beberapa item KHL yang lama adalah tidak tepat, dan ini tidak
obyektif melihat kondisi riil di masyarakat. Saya menilai hal tersebut dilakukan Pemerintah hanya
untuk mencapai target yaitu tidak ada kenaikan Upah Minimum di 2021. Ini tidak fair
negative - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Kalangan SP/SB menilai SE ini
akan mempengaruhi para Gubernur untuk tidak menaikkan Upah Minimum tahun 2021
neutral - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Saya menilai permintaan Menaker
untuk tidak menaikkan Upah Minimum di 2021 dan adanya usualan SP yang meminta kenaikan
Upah Minimum di 2021 sebesar 8 persen adalah tidak tepat. Harus dicari solusi kenaikan UM
2021 dengan tetap mempertimbangkan kesejahteraan pekerja dan kelangsungan usaha
neutral - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Dengan tingkat konsumsi yang
tidak turun tentunya akan mendukung tingkat konsumsi agregat sehingga mendukung
pertumbuhan ekonomi kita. Konsumsi agregat mendukung 55 - 60 persen terhadap
pertumbuhan ekonomi
neutral - Timboel Siregar (Koordinator Advokasi BPJS Watch) Demikian juga dengan adanya
kenaikan Upah Minimum 2021 nanti akan mendukung BPJS Kesehatan terhindar dari defisit
pembiayaan JKN, mengingat nilai total iuran dari pekerja penerima upah (pekerja formal) swasta
selama ini menjadi penerimaan kedua tertinggi setelah iuran PBI
1352

