Page 1350 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1350

KEPUTUSAN PEMERINTAH TAK MENAIKAN UPAH DINILAI TURUNKAN DAYA BELI
              BURUH
              Wakil  Ketua  Konfederasi  Persatuan  Buruh  Indonesia  (KPBI)  Jumisih  menilai,  keputusan
              pemerintah tak menaikan upah minimum 2021 justru membuat daya beli buruh menurun.

              "Sudah pasti itu akan menurunkan daya beli buruh karena pendapatan buruh tidak bertambah,"
              ujar Jumisih kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020) malam.

              Jumisih  mengatakan,  selama  ini  kebijakan  kenaikan  upah  tak  cukup  mendongkrak  daya  beli
              buruh.  Sebab,  buruh  hanya  merasakan  kenaikan  dari  segi  nominal,  tetapi  secara  nilai  tidak
              berpengaruh.

              Jumisih menyatakan, langkah pemerintah tak menaikan upah tahun depan justru bertentangan
              dengan kampanye pemerintah selama ini, yakni mendorong peningkatan daya beli kelompok
              buruh guna mengatasi krisis.

              "Kebijakan tidak menaikan upah di tahun 2021 itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius
              untuk meningkatkan daya beli buruh," kata dia.

              Menurut  Jumisih,  keputusan  tak  menaikan  upah  merupakan  logika  terbalik.  Dalam  situasi
              pandemi Covid-19, kata dia, seharusnya pemerintah memberikan perhatian besar kepada buruh
              agar  dapat  meningkatkan  kesejahteraan.  Dengan  keputusan  tersebut,  buruh  justru  kembali
              dikorban oleh pemerintah dengan dalih pandemi.
              "Buruh dijadikan korban dari kebijakan yang justru memihak kepada para korporasi," kata dia.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan, tak ada kenaikan upah minimum
              di tahun depan, baik upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota
              (UMK).

              Hal  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum  Tahun  2021  pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (  Covid-19).  Alasan
              pemerintah tidak menaikkan upah minimum 2021 yakni karena kondisi ekonomi Indonesia saat
              ini dalam masa pemulihan.

              Menurut pemerintah, kenaikan upah tahun 2021 justru akan memberatkan dunia usaha.
              "Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta
              menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum
              pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19," kata Ida dalam surat edarannya
              seperti dikutip pada Selasa (27/10/2020).

              Surat edaran tersebut diteken pada 26 Oktober 2020. Dengan begitu, upah minimum tahun
              depan sama dengan tahun ini, atau tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan.

              Ida meminta gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai
              ketentuan peraturan perundang-undangan.


              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh semua
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta  kepada  Gubernur  untuk:  1.  melakukan
              penyesuaian  penetapan  nilai  upah  minimum  Tahun  2021  sama  dengan  nilai  Upah  Minimum
              Tahun 2020," kata Ida.


                                                          1349
   1345   1346   1347   1348   1349   1350   1351   1352   1353   1354   1355