Page 1354 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1354

Ringkasan

              Koordinator  Advokasi  BPJS  Watch  Timboel  Siregar  mengkritik  penerbitan  Surat  Edaran  (SE)
              Menaker nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada masa
              Pandemi Covid-19 meminta para gubernur, salah satunya pada point 1, untuk tidak menaikkan
              Upah Minimum di tahun 2021.



              UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK, MENAKER DIKRITIK
              Koordinator  Advokasi  BPJS  Watch  Timboel  Siregar  mengkritik  penerbitan  Surat  Edaran  (SE)
              Menaker nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada masa
              Pandemi Covid-19 meminta para gubernur, salah satunya pada point 1, untuk tidak menaikkan
              Upah Minimum di tahun 2021.
              "Ini  artinya  Upah  Minimum  2021  akan  sama  dengan  Upah  Minimum  di  2020  saat  ini,"  kata
              Timboel dalam keterangannya kepada rri.co.id, Selasa (27/10/2020).

              Timboel melihat permintaan Menaker kepada Gubernur untuk tidak menaikkan Upah Minimum
              di 2021 didasari oleh perhitungan 64 item KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang telah ditetapkan
              Menaker.

              Walaupun ada kenaikan 4 item KHL, sebelumnya 60 item KHL, lanjutnya, namun Pemerintah
              menurunkan kualitas item-item KHL lainnya sehingga ketika dijumlahnya berdasarkan data BPS
              maka nilai total KHL sebagai acuan Upah Minimum di 2021 tidak mengalami kenaikan.

              "Saya kira penambahan 4 item KHL dengan menurunkan kualitas beberapa item KHL yang lama
              adalah tidak tepat, dan ini tidak obyektif melihat kondisi riil di masyarakat. Saya menilai hal
              tersebut  dilakukan  Pemerintah  hanya  untuk  mencapai  target  yaitu  tidak  ada  kenaikan  Upah
              Minimum di 2021. Ini tidak fair," terangnya.

              Menurut  Timboel,  kenaikan  Upah  Minimum  tiap  tahun  biasanya  telah  menjadi  sumber
              perselisihan antara Pemerintah, Apindo dan SP/SB, yang biasanya berujung di Pengadilan Tata
              Usaha Negara (TUN), dan tahun ini sepertinya akan terulang lagi. Dipastikan SE Menaker tahun
              ini akan diprotes oleh kalangan SP/SB. "Kalangan SP/SB menilai SE ini akan mempengaruhi para
              Gubernur untuk tidak menaikkan Upah Minimum tahun 2021," ujarnya.

              Ia mengatakan SP/SB harus mempengaruhi para gubernur untuk tidak mengikuti SE Menaker
              tersebut dan meyakinkan Gubernur untuk tetap menaikkan Upah Minimum dalam persentase
              yang wajar dan bijak, yang bisa mendukung daya beli pekerja dan kelangsungan usaha.

              "Saya menilai permintaan Menaker untuk tidak menaikkan Upah Minimum di 2021 dan adanya
              usualan SP yang meminta kenaikan Upah Minimum di 2021 sebesar 8 persen adalah tidak tepat.
              Harus dicari solusi kenaikan UM 2021 dengan tetap mempertimbangkan kesejahteraan pekerja
              dan kelangsungan usaha," paparnya.

              Menurut BPS, sejak Januari hingga Agustus 2020 tingkat inflasi mencapai 0,93 persen, sementara
              tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy) dari Agustus 2020 ke Agustus 2019
              adalah sebesar 1,32 persen.

              Dengan data ini, kata dia, seharusnya para Gubernur dapat mempertimbangakan untuk tetap
              menaikkan UM di 2021 walaupun hanya berkisar inflasi yoy yaitu sekitar 1,5 persen sampai 2
              persen, di atas angka inflasi yoy Agustus, dengan juga mempertimbangkan kondisi September,
              Oktober sampai Desember 2020.



                                                          1353
   1349   1350   1351   1352   1353   1354   1355   1356   1357   1358   1359