Page 1432 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1432

positive - Roy Jinto Ferianto (Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP) Hari ini permohonan revisi SK
              UMSK 2020 sudah disepakati bahwa, ini akan diajukan surat dinas dari Dewan Pengupahan dan
              kepala  daerah  kabupaten/kota  sesuai  dengan  rekomendasi.  Nanti  dengan  dasar-dasar  itulah
              Dinas Pengupahan Jabar akan mengusulkan ke Biro Hukum Pemprov Jabar untuk dilakukannya
              perubahan

              positive  -  Roy  Jinto  Ferianto  (Ketua  Umum  Pimpinan  Pusat  FSP)  Kami  dorong  secepatnya
              pemerintah  kabupaten/kota  untuk  melakukan  survey  KHL,  dan  segera  diajukan  ke  Pemprov
              Jabar,  kalau  bisa  hari  Senin  (2/10)  agar  bisa  dilakukan  revisi  apabila  tidak  sesuai,  karena
              mekanismenya berproses



              Ringkasan

              Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Barat  (Disnakertrans  Jabar)  akan  tetap
              merekomendasikan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2021, sama dengan UMP 2020.

              Kadisnakertrans Jabar Taufik Garsadi mengatakan, pihaknya masih akan tetap mengacu kepada
              Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan
              Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).



              BURUH JABAR AUDIENSI UPAH MINIMUM KE PEMPROV, APA HASILNYA?

              Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Barat  (Disnakertrans  Jabar)  akan  tetap
              merekomendasikan besaran upah minimum provinsi (UMP) 2021, sama dengan UMP 2020.

              Kadisnakertrans Jabar Taufik Garsadi mengatakan, pihaknya masih akan tetap mengacu kepada
              Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan
              Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
              "UMP  tetap  kita  rekomendasikan  dengan  rekomendasi  dari  Dewan  Pengupahan  Provinsi
              menggunakan surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja, karena kita tidak punya payung hukum
              yang lain, karena payung hukum ada PP 78 itu seharusnya sudah keluar kebutuhan hidup layak
              (KHL),"  ujar  Taufik  setelah  menerima  audiensi  perwakilan  buruh  di  Gedung  Sate,  Selasa
              (27/10/2020).

              "Sehingga  kita  hari  ini  akan  disampaikan  ke  gubernur  minimal  sesuai  dengan  PP,  harus
              ditetapkan selambat-lambatnya tanggal 1 November dan diumumkan 1 November. Isinya sesuai
              dengan SE Menaker," kata Taufik melanjutkan.

              Terkait  upah  minimum  kabupaten/kota  (UMK),  Taufik  mengatakan  rekomendasi  besarannya
              berada  dalam  kewenangan  kabupaten/kota.  Ia  pun  meminta  agar  masing-masing  wilayah
              melakukan survei UMK dan hasilnya disampaikan kepada gubernur.
              "Nah selanjutnya terkait UMK ini ada waktu 21 hari, nah silakan kabupaten/kota untuk melakukan
              survei dan yang lainnya. Kalau waktunya cukup ini tinggal direkomendasikan bupati/walikota ke
              pak gubernur, " katanya.

              "Jadi harus ada dasarnya. kalau dulu itu dari PP 78 2015 itu kan formulasi, UMP berjalan dikali
              penambahan  inflasi  dan  laju  pertumbuhan  ekonomi.  Khusus  untuk  2020,  5  tahun  setelah
              ditetapkan maka 2020 menggunakan survei KHL," lanjutnya.

              Taufik mengatakan, Disnakertrans Jabar baru menerima Permenaker 18 2020 pada Oktober.
              Sehingga, Pemprov dikatakannya tak mungkin menetapkan KHL saat ini. "Sebagaimana diketahui
                                                          1431
   1427   1428   1429   1430   1431   1432   1433   1434   1435   1436   1437