Page 1730 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1730

Keputusan Menteri Ida mendapat kritik keras dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
              Presiden  KSPI,  Said  Iqbal,  menilai  keputusan  itu  menunjukkan  Menteri  Ida  tidak  memiliki
              sensitivitas terhadap buruh dan cenderung memanjakan pengusaha.



              UMP 2021 TAK NAIK, KSPI SINDIR MENAKER TAK PUNYA SENSITIVITAS PADA
              NASIB BURUH

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  memutuskan  tidak  menaikkan  upah  minimum  tahun
              2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan
              Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Covid-19.

              Keputusan Menteri Ida mendapat kritik keras dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
              Presiden  KSPI,  Said  Iqbal,  menilai  keputusan  itu  menunjukkan  Menteri  Ida  tidak  memiliki
              sensitivitas terhadap buruh dan cenderung memanjakan pengusaha.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata.  Aksi  perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras  terhadap  penolakan  tidak  adanya
              kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja," kata
              Said, Selasa (27/10).

              Iqbal  mengakui,  di  situasi  pandemi  saat  ini  seluruh  masyarakat  menghadapi  kondisi  sulit,
              termasuk pengusaha. Namun, katanya, rasa sulit jauh lebih dirasakan buruh.

              Oleh karena itu, dia berharap pemerintah dalam hal ini Menaker bersikap lebih adil dengan tetap
              menaikkan upah minimum 2021.

              "Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu, maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikkan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan
              melaporkannya ke Kemenaker," kata Iqbal.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Oleh karena itulah, kata Iqbal, buruh akan melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 provinsi
              pada 2 November dan 9-10 November yang diikuti puluhan dan bahkan ratusan ribu buruh di
              Mahkamah  Konstitusi,  Istana,  DPR  RI,  dan  di  kantor  Gubernur  di  seluruh  Indonesia  dengan
              membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan harus ada kenaikan upah minimum 2021
              untuk menjaga daya beli masyarakat.

              Sebelumnya, KSPI juga menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.

              Pertama, jika upah minimum tidak naik, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi
              saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Di mana seiring
              dengan penolakan omnibus law, buruh juga akan menyuarakan agar upah minimum 2021 tetap
              naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

              Kedua,  alasan  upah  tidak  naik  karena  saat  ini  pertumbuhan  ekonomi  minus  tidak  tepat.
              Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.
              "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik
              sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga
              dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen,
              padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said.


                                                          1729
   1725   1726   1727   1728   1729   1730   1731   1732   1733   1734   1735