Page 1786 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1786

GARUDA INDONESIA PUTUS KONTRAK 700 KARYAWAN!

              Maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia memutus kontrak sekitar 700 pekerjanya.
              Pemutusan kontrak dilakukan setelah para pekerja itu dirumahkan tanpa gaji sejak Mei 2020
              lalu.

              Direktur  Utama  Garuda  Indonesia,  Irfan  Setiaputra,  mengatakan,  kebijakan  putus  kontrak
              tersebut bakal berlaku mulai 1 November 2020 mendatang.

              "Sehubungan dengan informasi mengenai pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Garuda
              Indonesia terhadap sejumlah karyawan, perlu kiranya kami sampaikan bahwa pada dasarnya
              kebijakan  yang  diberlakukan  adalah  penyelesaian  lebih  awal  masa  kontrak  kerja  karyawan
              dengan status tenaga kerja kontrak," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

              Pemutusan kontrak pada ratusan karyawan tersebut diambil sebab maskapai telah lama terimbas
              turunnya  permintaan  layanan  penerbangan  karena  adanya  pandemi  Covid-19.  Meski  begitu,
              Irfan memastikan pihaknya akan tetap memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai
              dengan  peraturan  yang  berlaku,  termasuk  pembayaran  di  awal  atas  kewajiban  perusahaan
              terhadap sisa masa kontrak karyawan.

              "Kebijakan tersebut merupakan keputusan sulit yang terpaksa kami ambil setelah melakukan
              berbagai  upaya  penyelamatan  untuk  memastikan  keberlangsungan  perusahaan  di  tengah
              tantangan dampak pandemi Covid-19," katanya.

              Irfan mengatakan, sejak awal kepentingan karyawan selalu menjadi prioritas utama yang selalu
              dikedepankan  maskapainya.  Ketika  maskapai  lain  mulai  mengimplementasikan  kebijakan
              pengurangan karyawan, maskapai pelat merah tersebut masih terus berupaya mengoptimalkan
              langkah strategis guna memastikan perbaikan kinerja perusahaan demi kepentingan karyawan
              dan masa depan bisnis Garuda Indonesia.

              "Namun demikian, pada titik ini, keputusan berat tersebut terpaksa harus kami tempuh di tengah
              situasi yang masih penuh dengan ketidakpastian ini. Kami turut menyampaikan rasa terima kasih
              kepada  karyawan  yang  terdampak  kebijakan  ini  atas  dedikasi  dan  kontribusinya  yang  telah
              diberikan terhadap perusahaan hingga saat ini," katanya.

              Irfan menuturkan, pandemi Covid-19 ini memberikan dampak jangka panjang terhadap kinerja
              perusahaan. Buktinya, sampai saat ini kondisi perusahaan belum juga menunjukkan perbaikan
              yang signifikan.

              "Namun, kami yakini segala langkah dan upaya perbaikan yang terus akan kami lakukan ke
              depan  dapat  mendukung  upaya  pemulihan  kinerja  Garuda  Indonesia  agar  dapat  bertahan
              melewati krisis pada masa pandemi dan juga menjadi penguat fondasi bagi keberlangsungan
              perusahaan di masa yang akan datang," kata Irfan.



















                                                          1785
   1781   1782   1783   1784   1785   1786   1787   1788   1789   1790   1791