Page 1860 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1860

MK TOLAK UJI MATERI UU BPJS YANG DIGUGAT KORBAN PHK

              Mahkamah Konstitusi ( MK ) menolak permohonan uji materi Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang
              Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS ). Permohonan
              uji materi ini ditolak lantaran dinilai tidak beralasan hukum.

              "Pokok permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum," kata Ketua Majelis Hakim MK
              Anwar Usman, dalam persidangan daring yang ditayangkan YouTube MK RI, Senin (26/10/2020).

              Pemohon dalam perkara ini merupakan Seorang warga asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
              (DIY), yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

              Sebagai korban PHK, keberadaan Pasal 18 Ayat (1) UU BPJS dinilai menyulitkannya menjadi
              peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) lantaran tak mengatur tata cara pendaftaran calon
              peserta BPJS dengan kriteria PBI.
              Terkait dalil pemohon itu, Mahkamah berpandangan bahwa UU BPJS memang tak mengatur tata
              cara pendaftaran calon peserta BPJS PBI. Namun, UU itu telah memerintahkan pengaturan lebih
              lanjut dalam peraturan perundang-undangan lainnya.

              Adapun pengaturan lebih lanjut UU BPJS itu dituangkan dalam beberapa peraturan pelaksana,
              dua di antaranya yakni Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan
              dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2019 tentang Persyaratan dan
              Tata Cara Perubahan Data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.
              "Oleh  karenanya,  menurut  Mahkamah  norma  pasal  18  Ayat  (1)  UU  24/2011  junctis  Perpres
              82/2018 dan Permensos 21/2019 telah mengatur hal yang dipersoalkan oleh pemohon dalam
              memperoleh  layanan  kesehatan  dan  layanan  publik  lainnya  melalui  kepesertaan  dalam  BPJS
              bidang kesehatan," ujar Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams.
              Dengan alasan-alasan tersebut, menurut Mahkamah, Pasal 18 Ayat (1) UU BPJS yang berbunyi,
              "Pemerintah mendaftarkan Penerima Bantuan Iuran dan anggota keluarganya sebagai Peserta
              kepada BPJS" tidak bertentangan dengan UUD 1945.

              Hal ini berkebalikan dengan pandangan pemohon.

              Mahkamah  berpandangan,  Pasal  18  Ayat  (1)  UU  BPJS  justru  merupakan  pengejawantahan
              semangat jaminan sosial yang diamanatkan Pasal 28H Ayat (3) UUD 1945.

              "Mengenai  apakah  kepesertaan  pemohon  akan  termasuk  kategori  PBI  atau  bukan  menurut
              Mahkamah  hal  demikian  bukan  merupakan  kewenangan  Mahkamah  untuk  menilai  dan
              memutuskannya," kata Hakim Wahiduddin.

              Sebelumnya  diberitakan,  seorang  warga  asal  Bantul,  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  (DIY),
              bernama Koko Koharudin, mengajukan uji materi Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang
              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
              Pemohon  mempersoalkan  Pasal  18  Ayat  (1)  UU  BPJS.  Pemohon  menilai,  sebagai  korban
              pemutusan hubungan kerja (PHK), keberadaan pasal tersebut menyulitkannya menjadi peserta
              BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Padahal, pemohon sangat membutuhkan bantuan tersebut.

              "Bahwa ketentuan dalam Pasal 18 Ayat (1) UU BPJS yang memberikan hak pada pemerintah
              untuk  mendaftarkan  peserta  PBI  pada  BPJS,  telah  dimanfaatkan  oleh  pemerintah  dengan
              membuat  kebijakan/peraturan  yang  semakin  membatasi  korban  PHK  untuk  dapat  menjadi
              peserta PBI," bunyi petikan dokumen permohonan pemohon yang diunduh Kompas.com melalui
              laman resmi MK, Selasa (11/8/2020).


                                                          1859
   1855   1856   1857   1858   1859   1860   1861   1862   1863   1864   1865