Page 818 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 818

GUBERNUR YANG TIDAK MEMATUHI SURAT EDARAN UPAH MINIMUM BISA DIBERI
              SANKSI
              Gubernur yang tidak mematuhi surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) tentang
              penetapan upah minimum bisa diberi sanksi.

              Menaker Ida Fauziyah sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/ll/HK.04/X/2020 tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19) pada 26 Oktober 2020.

              Upah Minimum 2021 Tak Naik, Legislator Demokrat : Menaker Harusnya Pertimbangkan Prinsip
              Keadilan

              Pemerintah  Dilematis  Tetapkan  Upah  Minimum  2021,  Prioritas  Utama  Tidak  Ada  PHK  SE  ini
              ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia dan menjadi instruksi bagi kepala daerah
              untuk memutuskan upah minimum.

              Meski sudah ada SE, Ida mengatakan keputusan tetap ada pada para gubernur tersebut.

              Lalu, bagaimana dengan gubernur yang menolak mematuhi aturan dari surat edaran penetapan
              upah minimum itu?

              Berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  23  Tahun  2014  tentang  Pemerintahan  Daerah  yang
              menjadi salah satu landasan hukum penetapan upah, ada sanksi yang bisa diberikan, diatur
              dalam Pasal 68.

              Baca: Daftar 18 Provinsi yang Tidak Menaikkan Upah Minimum Tahun 2021

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  kepada  Organisasi  Buruh  Internasional  (ILO)
              memaparkan  langkah-langkah  pemerintah  menekan  jumlah  pengangguran  selama  pandemi
              Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020).

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  kepada  Organisasi  Buruh  Internasional  (ILO)
              memaparkan  langkah-langkah  pemerintah  menekan  jumlah  pengangguran  selama  pandemi
              Covid-19 secara virtual, Kamis (2/7/2020). (Dokumentasi Humas Kementerian Ketenagakerjaan)

              Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz pun membenarkan perihal
              sanksi itu.

              Namun, keputusan sanksi ini menjadi keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

              "Saya kira demikian, semua ada aturan dan mekanismenya di Kemendagri untuk kepala daerah.
              SE  atau  Surat  Edaran  itu  sifatnya  memberitahu  hal  kesesuaian  dimaksud,"  katanya  kepada
              Kompas.com, Kamis (29/10/2020). Di Pasal 68 UU Nomor 23/2014 tertulis sanksi yang jelas
              untuk para kepala daerah.
              "Kepala  daerah  dan/atau  wakil  kepala  daerah  yang  tidak  melaksanakan  program  strategis
              nasional  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  67  huruf  f  dikenai  sanksi  administratif  berupa
              teguran  tertulis  oleh  Menteri  untuk  gubernur  dan/atau  wakil  gubernur  serta  oleh  gubernur
              sebagai wakil Pemerintah Pusat untuk bupati dan/atau wakil bupati atau wali kota dan/atau wakil
              wali kota," sebut undang-undang tersebut.

              Meski sudah ada SE, Menaker Ida mengatakan keputusan tetap ada pada gubernur

              Selain  sanksi  administratif,  terdapat  juga  sanksi  pemberhentian  apabila  kepala  daerah  tidak
              mematuhi keputusan dari pemerintah pusat.


                                                           817
   813   814   815   816   817   818   819   820   821   822   823