Page 821 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 821

Hingga Selasa, (27/10), Ida baru menerima keputusan gubernur dari 18 provinsi yang dipastikan
              tak menaikkan UMP tahun depan. Namun, jika mengikuti SE tersebut, maka besaran UMP 2021
              di 34 provinsi sudah dapat diketahui, yakni besarannya sama dengan 2020. Dari 34 provinsi,
              besaran UMP-nya berbeda-beda.

              Dari catatan detikcom, 4 provinsi dengan UMP terendah ada di Pulau Jawa, lalu Nusa Tenggara
              Timur dengan besaran di bawah Rp 2 juta. Berikut urutannya: 1. Daerah Istimewa Yogyakarta
              (DIY) Rp 1.704.607 2. Jawa Tengah (Jateng) Rp 1.742.015 3. Jawa Timur (Jatim) Rp 1.768.777
              4. Jawa Barat (Jabar) Rp 1.810.350 5. Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp 1.945.902 Sementara,
              untuk Provinsi Banten lebih besar yakni Rp 2.460.968, atau masuk ke urutan ke-11 jika diurutkan
              dari UMP terendah ke tertinggi.

              Dari laporan yang diterima Ida, masih ada 16 provinsi yang belum memutuskan apakah UMP
              2021 naik atau tidak (mengikuti SE Menaker). Namun, berdasarkan poin 2 SE Menaker, gubernur
              diminta melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan
              perundang-undangan. Poin 3 menetapkan dan mengumumkan upah minimum provinsi tahun
              2021 pada tanggal 31 Oktober 2020. Lantas, apakah gubernur 16 provinsi bisa tak mengikuti SE
              tersebut dan menaikkan UMP 2021? "Di surat edaran itu memang meminta (gubernur mengikuti
              SE),  tetapi  saya  kira  gubernur  akan  juga  melihat  kondisi  perekonomian  di  masing-masing
              provinsinya. Saya kira Dewan Pengupahan Daerah juga akan dilibatkan dalam merumuskan upah
              minimum  provinsi  (UMP),"  kata  Ida  menjawab  pertanyaan  tersebut  di  Jakarta,  Rabu
              (28/10/2020).

              Ida  menerangkan  bahwa  dirinya  menyampaikan  surat  edaran  kepada  gubernur  lalu  yang
              menetapkan upah minimum adalah para kepala daerah tersebut. Tapi Ida tidak menyatakan
              secara  gamblang  bahwa  gubernur  boleh  saja  tidak  mengikuti  SE  tentang  upah,  kemudian
              menaikkan upah minimum.

              "Surat  edaran  ini  kami  sampaikan  kepada  para  gubernur,  yang  menetapkan  upah  minimum
              adalah gubernur," jelasnya.

              Melalui SE tersebut Ida menyatakan penetapan upah minimum tahun 2021 mempertimbangkan
              kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  COVID-19  dan  perlunya  pemulihan
              ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk (1) melakukan penyesuaian penetapan nilai
              upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              "Sekali lagi, yang menetapkan upah minimum tersebut adalah para gubernur. Kami meminta
              (sesuai SE) dengan latar belakang dan beberapa landasan yuridis yang kami juga sebutkan di
              surat  edaran  tersebut,  ini  menjadi  penguat  bagi  para  gubernur  dalam  mengambil  kebijakan
              terkait dengan upah minimum tersebut. Jadi sekali lagi, ini yang akan menetapkan adalah para
              gubernur," pungkasnya.




















                                                           820
   816   817   818   819   820   821   822   823   824   825   826