Page 825 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 825

Menakertrans Ida Fauziah mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 bertarikh 26
              Oktober  2020.  Surat  edaran  tersebut  meminta  kepada  para  Gubernur  untuk  menyesuaikan
              penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.



              DKI PUTUSKAN UPAH MINIMUM PROVINSI TAHUN 2021 IKUTI EDARAN MENAKER

              Sekretaris  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  DKI  Jakarta,  Hedy  Wijaya,  mengatakan
              Pemerintah  DKI  bakal  mengikuti  penetapan  upah  minimum  dengan  surat  edaran  Menteri
              Ketenagakerjaan. "Semua provinsi mengikuti surat edaran itu. Bukan cuma Jakarta," kata Hedy
              saat dihubungi, Kamis, 29 Oktober 2020.

              Menakertrans Ida Fauziah mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 bertarikh 26
              Oktober  2020.  Surat  edaran  tersebut  meminta  kepada  para  Gubernur  untuk  menyesuaikan
              penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

              Surat itu meminta gubernur melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai
              ketentuan  peraturan  perundangan-undangan,  dan  menetapkan  serta  mengumumkan  Upah
              Minimum Provinsi Tahun 2021 pada 31 Oktober 2020.

              Hedy mengatakan pemerintah telah menggelar rapat Tripartit bersama asosiasi pengusaha dan
              buruh pada Selasa, 29 Oktober 2020. Hasil dari rapat Tripartit tersebut memutuskan bahwa upah
              minimum tahun depan tidak naik karena melihat kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
              "Keputusan DKI nanti tanggal 1 November diumumkan." Anggota Dewan Pengupahan Asosiasi
              Serikat Pekerja (Aspek) DKI Jakarta, Dedi Hartono, menyatakan menolak surat edaran Menteri
              Ketenagakerjaan yang meminta gubernur tidak menaikkan upah minimum tahun depan. "Kami
              menolak surat edaran yang terbit itu. Kami sampaikan bahwa aturan itu hanya bersifat imbauan
              jadi bisa tidak diikuti," kata Dedi saat dihubungi, Rabu, 28 Oktober 2020.

              Sebagai Ibu Kota Negara, kata Dedi, Jakarta mempunyai posisi sentral yang seharusnya tetap
              mempertimbangkan  merujuk  pada  Peraturan  Pemerintah  Nomor  78  Tahun  2015  tentang
              Pengupahan.  Dalam  regulasi  tersebut  kenaikan  upah  mempertimbangkan  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi. "Ekonomi DKI masih bisa tumbuh 3,3 persen," ujarnya.

              Menurut  dia,  semua  negara  memang  telah  mengalami  ujian  dalam  menghadapi  wabah  ini.
              Hampir semua sektor usaha terkena imbas pandemi. Namun, kata dia, masih ada sektor usaha
              yang tetap tumbuh seperti telekomunikasi.

              "Jadi tidak bisa dipukul rata juga untuk menjadi alasan tidak menaikkan upah buru," ujarnya.
              Selama pandemi ini, kondisi buruh yang paling terkena imbasnya. Saat harga kebutuhan naik,
              hidup buruh semakin sulit. "Kalau gaji tidak naik sedangkan harga kebutuhan pokok terus naik,
              maka buruh bakal semakin susah."



















                                                           824
   820   821   822   823   824   825   826   827   828   829   830