Page 827 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 827

INDONESIA AJUKAN TIGA INISIATIF DALAM PERTEMUAN MENAKER SE-ASEAN

              Dalam forum The 26th ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) atau Pertemuan Tingkat Menteri
              Ketenagakerjaan  Se-ASEAN  ke26,  Indonesia  mengusulkan  tiga  inisiatif  kerja  sama  bidang
              ketenagakerjaan. Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memimpin
              ALMM yang berlangsung pada 26-28 Oktober 2020.

              Ketiga  inisiatif  tersebut,  yaitu  pertama,  mengadopsi  deklarasi  ASEAN  tentang  peningkatan
              pekerja ASEAN untuk daya saing, ketahanan, dan ketangkasan menghadapi pekerjaan masa
              depan; kedua, mendorong kerja sama antara negara anggota ASEAN, mitra ASEAN, mitra sosial,
              dan  organisasi  internasional,  untuk  mendukung  upaya-upaya  dalam  mencapai  tujuan  dari
              Deklarasi ASEAN tersebut.

              "Ketiga, menghasilkan langkah-langkah progresif dan milestone dalam mewujudkan daya saing,
              ketahanan, dan ketangkasan pekerja ASEAN dalam menghadapi pekerjaan masa depan," kata
              Menaker Ida.
              Menaker Ida menegaskan, beberapa hal yang akan menjadi perhatian Indonesia selaku Ketua
              ASEAN  bidang  ketenagakerjaan,  yakni  mempercepat  akses  keterampilan  vokasi  bagi  tenaga
              kerjanya, khususnya dalam penguasaan teknologi. "Sehingga, mereka dapat mengisi lapangan
              pekerjaan yang tersedia di era ekonomi digital dan dapat bertahan di situasi krisis akibat pandemi
              COVID-19 ini," katanya.

              Selanjutnya,  pelaksanaan  program  3S  (Skilling,  Reskilling,  dan  Upskilling).  Program  ini
              merupakan program di bidang pelatihan kerja melalui Balai-Balai Pelatihan Kerja (BLK) yang ada,
              dengan melibatkan pihak industri dan pemangku kepentingan lainnya.

              Dalam forum ini, Menaker Ida juga membahas perihal tantangan dan isu di era ekonomi digital.
              Seperti mengenai bentuk dan hubungan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, jaminan sosial,
              termasuk masih minimnya orientasi kewirausahaan pada angkatan kerja di kawasan ASEAN.
              "Kami  berharap  kerja  sama  ASEAN  bidang  ketenagakerjaan  ini  dapat  mendorong  dan
              memberikan  kemajuan  yang  signifikan  menuju  pencapaian,  inisiatif  baru  di  sektor
              ketenagakerjaan, seperti hubungan industrial, pengembangan keterampilan, keselamatan dan
              kesehatan Kerja, dan pengawasan ketenagakerjaan," ujarnya.
              Sekjen  Kemnaker,  Anwar  Sanusi,  selaku  Chair  of  SLOM  (Senior  Labour  Officials  Meeting)
              menambahkan,  mulai  Rabu,  28  Oktober  2020,  Menaker  Ida  menjadi  Ketua  ASEAN  bidang
              ketenagakerjaan hingga 2022 mendatang dan memiliki tugas untuk memperjuangkan daya saing
              tenaga kerja ASEAN.

              Anwar Sanusi menyebut, ada tiga kata kunci untuk memperjuangkan dan meningkatkan tenaga
              kerja di kawasan ASEAN. "Yaitu daya saing, keuletan atau ketabahan, dan kelincahan. Kita bisa
              cukup trengginas dalam merespon pekerjaan-pekerjaan yang akan datang," katanya. (*)

















                                                           826
   822   823   824   825   826   827   828   829   830   831   832